Tentara Suriah Kubur Orang Hidup-hidup

Publikasi: Sabtu, 6 Jumadil Akhir 1433 H / 28 April 2012 05:23

Sebuah video yang diunggah di Youtube dan diberitakan laman Inggris Daily Mail, pekan ini, memperlihatkan sekumpulan orang yang diduga tentara Suriah pimpinan Bashar al-Assad mengubur hidup-hidup seorang informan media.

Dalam video berdurasi sekitar 1 menit tersebut, terlihat beberapa tentara mengelilingi sebuah liang di tanah. Mengejutkan, dalam liang tersebut ada seorang pria yang telah dikubur hingga ke leher. Dia masih hidup, merintih kesakitan, matanya ditutupi kain hitam.

Menurut catatan awal video tersebut, pria yang dikubur itu adalah informan kantor berita Al-Jazeera dan Al-Arabiya yang kerap mengirimkan rekaman kekejaman tentara Assad. Dalam percakapan, seorang tentara mengatakan kepada atasannya, bahwa mereka telah melakukan apa yang diperintahkan.

“Apa yang kalian temukan dari binatang ini?” kata pria yang sepertinya adalah komandan pasukan.

Prajuritnya mengatakan bahwa mereka menemukan identitasnya dan kamera yang digunakan untuk merekam. prajurit lainnya mengatakan bahwa lelaki itu berasal dari Al-Qussair dan tertangkap basah merekam di sana.

Tidak lama, seorang tentara langsung mengubur pria malang tersebut, yang merintih kesakitan sambil menyebutkan nama Allah. “Asyhadu alla ilaha illallah (Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah). Ampuni saya,” ujarnya.

Bukannya menghentikan aksinya, para tentara malah semakin mengubur kepalanya dengan tanah dan debu. “Katakan “La ilaha illa Bashar (Tiada Tuhan selain Bashar) kau binatang!” kata seorang tentara.

Desak PBB

Video ini telah ditonton lebih dari 250.000 orang dari seluruh dunia. Kebanyakan komentar menyerukan PBB untuk bertindak tegas. Video ini belum dapat dikonfirmasikan kebenarannya.

Kekerasan dan kebiadaban tentara Suriah telah berlangsung hampir setahun sejak 2011, tapi belum ada tindakan komunitas internasional terhadap hal ini.

Resolusi Dewan Keamanan PBB atas rekomendasi Liga Arab sebelumnya dimentahkan oleh veto China dan Rusia. Gencatan senjata yang diklaim oleh kubu Assad juga tidak efektif, masih banyak kekerasan dimana-mana.

Menurut laporan PBB bulan lalu, jumlah korban tewas telah lebih dari 8.000 orang, ratusan di antaranya adalah anak-anak. Tank-tank dan perangkat tempur berat milik Assad masih berada di berbagai kota, siap menebar teror. VIVAnews

comments powered by Disqus