Lakukan Ritual Kemusyrikan, Dahlan Iskan Justru Kecelakaan

Publikasi: Sabtu, 22 Safar 1434 H / 5 Januari 2013 17:43

dahlan-iskan[an-najah.net] — Tidak yakin bahwa Allah semata yang mendatangkan kebaikan dan keburukan, Menteri BUMN Dahlan Iskan lakukan ritual tolak balak supaya diberi keselamatan dalam melakukan uji coba mobil kebanggaannya, Mobil listrik sport Tuxuci atau yang dijuluki ‘Ferrari’. Allah pun menunjukkan kekuasaan-Nya, bahwa tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan dan mencegah keburukan kecuali Allah. Kecelakaan pun terjadi, Dahlan Iskan menabrak tebing.

Ritual kemusyrikan itu dilakukan oleh Dahlan Iskan sesaat sebelum melakukan uji coba mobilnya. Ritual dipimpin oleh dalang senior Ki Manteb Sudharsono di Yogyakarta. Dalam ritual itu, mobil kesayangan Dahlan Iskan dibacakan mantra dan disiram dengan air yang diambil dari empat penjuru di Solo. Ritual itu bertujuan untuk tolak balak, supaya Dahlan Iskan diberi keselamatan dalam melakukan uji coba mobilnya.

Bukan keselamatan yang didapat oleh Dahlan Iskan, tapi justru kecelakaan yang didapatnya. Mobil listrik sport Tuxuci atau yang dijuluki ‘Ferrari’ yang ditunggangi Dahlan Iskan menabrak tebing di Plaosan, Magetan, Jatim. Dahlan dan Riki, ahli mobil listrik yang menemani selamat dalam insiden itu.

Mendengar kabar kecelakaan itu, pemimpin ritual Ki Manteb Sudharsono kaget dan malu karena ritual yang dilakukannya tidak manjur.

“Loh kecelakaan di mana? kapan?”, kata Ki Manteb kaget, Sabtu (5/1/2013).

Berikut kronologi kecelakaan yang dialami oleh Dahlan Iskan:

Pukul 13.35 WIB

-Mobil Dahlan Iskan melaju dari Solo. Mobil itu sebelumnya diberi doa tolak bala yang dipimpin oleh dalang senior Ki Manteb Sudharsono. Mobil itu disiram dengan air dari 4 penjuru Solo.

Pukul 14.30 WIB

Mobil melaju di tanjakan Tawangmangu. Mobil mulus melaju. Tidak ada gangguan pada kendaraan itu.

“Sehingga ketika sampai di puncak saya rasa sudah selesai ini uji coba, semuanya sudah bagus,” kata Dahlan.

Pukul 14.45 WIB

-Mobil mulai mengalami kendala. Kala melahap turunan, Dahlan menyadari bahwa rem tidak berfungsi.

“Ketika menuruni sangat tajam di Sarangan tidak masalah, tapi setelah di bawah Sarangan tiba-tiba rem seperti tidak berfungsi. Saya injak-injak rem tidak berfungsi, rem tangan juga saya coba tidak berfungsi,” jelas Dahlan.

Pukul 15.00 WIB

-Dahlan merasa laju kendaraan semakin kencang dan bahaya. Hingga akhirnya dia mengambil jalan cepat. Dia menabrakkan mobil itu ke tebing.

“Saya berpikir cepat apa yang harus saya lakukan. Saya tabrak tebing supaya tidak mencelakai orang lain. Soalnya kalau tidak dihentikan nanti bisa nabrak siapa saja,” imbuhnya.

Mobil setelah menabrak tebing, kemudian menabrak tiang listrik, dan berhenti setelah menabrak Panther. Dahlan dan Riki selamat. Dahlan hanya kehilangan kacamata. Kemudian dia turun dan menyapa pemilik Panther yang mobilnya sedang parkir.

Pukul 15.30

-Dahlan Iskan dan rombongan kembali melanjutkan. Dahlan menumpang mobil rombongan yang lain. Dia menuju Magetan ke kampung halamannya. Sedang Tuxuci masih disimpan di lokasi diamankan polisi.  (an-najah)

comments powered by Disqus