Mujahidin Suriah Berhasil Menguasai Pangkalan Udara Militer di Aleppo

Publikasi: Rabu, 2 Rabiul Akhir 1434 H / 13 Februari 2013 12:38

Mujahidin dan kelompok pejuang Suriah berhasil kuasai tempat-tempat strategis

Mujahidin dan kelompok pejuang Suriah berhasil kuasai tempat-tempat strategis

ALEPPO (an-najah) – Mujahidin dan kelompok pejuang Suriah berhasil mengalahkan tentara rezim dan menguasai pangkalan udara militer di al-Jarah, provinsi Aleppo. Sebuah pesawat jet berhasil mereka dapatkan, puluhan tentara rezim Suriah tertawan.

Diberitakan Al Jazeera, Selasa 12 Februari 2013, informasi ini disampaikan oleh Syrian Observatory for Human Rights, sebuah lembaga HAM di negara tersebut. Menurut lembaga ini, pesawat jet yang berhasil mereka kuasai, di antaranya adalah MiG.

Salah seorang sumber di Tentara Pembebasan Suriah (FSA) yang tidak disebutkan namanya mengatakan, pangkalan udara itu berhasil direbut setelah terjadi pertempuran selama 48 jam. Beberapa orang pejuang terbunuh atau terluka. Sekitar 40 tentara Suriah ditawan.

Reuters menuliskan, jatuhnya pangkalan udara ini ke tangan mujahidin adalah pencapaian penting. Pasalnya, lokasi pangkalan udara tersebut terletak antara pusat industri dan kilang minyak Suriah.

Seorang pejuang di Aleppo, Abu Hisham, mengatakan fokus utama mereka saat ini bukan lagi menguasai kota, tetapi merebut pangkalan militer dan bandara. “Tempat-tempat ini penting karena jadi sumber amunisi dan logistik, sekaligus untuk melumpuhkan pesawat jet yang biasa mengebom kami,” kata Hisham.

Abu Abdallah Minbij, salah satu komandan tentara pejuang dalam serangan tersebut mengatakan kepada Reuters via telepon bahwa terdapat dua pesawat tempur MiG dan amunisi di pangkalan militer tersebut. Selain itu, ada sekitar 40 pesawat tempur yang tidak beroperasi.

“Pangkalan udara ini digunakan untuk mengebom wilayah utara dan timur Aleppo. Kini kita telah memotong jalur pasokan rezim dari Aleppo menuju timur,” kata Minbij.

Pertempuran di Suriah telah berlangsung lebih dari dua tahun. Menurut Komisaris Tinggi HAM di PBB Navi Pillay, korban tewas di Suriah telah mencapai 70.000 orang. Dia mendesak PBB segera mengambil tindakan untuk menghentikan kekerasan tersebut. [benji/viva]

comments powered by Disqus