Video Bukti Pelanggaran HAM Densus 88 Terhadap Terduga Teroris

(an-najah.net) – Beberapa hari lalu, Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Din Syamsudin, berserta puluhan ormas Islam seperti MUI, Dewan Dakwah Indonesia, Nahdlatu Ulama (NU) dan Persis, menyambangi Mabes Polri dengan membawa empat bukti video rekaman yang memperlihatkan kekejaman Densus 88 terhadap terduga teroris. Bersama Mabes Polri, Prof. Din Syamsyudin dan puluhan ormas islam menyaksikan semua rekaman video tersebut. Salah satu rekaman video yang diduga memiliki kemiripan dengan yang dibawa bawa ke Mabes Polri tersebut telah tersebar luas di dunia maya.

Seusai bertemu dengan Mabes Polri, Prof. Din Syamsudin mengungkapkan sekilas isi rekaman video tersebut, beliau mengatakan, “Penyiksaan terhadap tersangka teroris amat luar biasa. Diikat kaki tangan, ditembak, dinjak-injak,” katanya kepada para wartawan.

Din menambahkan, ada pernyataan petugas yang menyentuh simbol-simbol atau lambang agama. “Itu ajaran agama mana. Bukannya diselamatkan justru dibunuh,” kata Din yang juga menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah.

Din menegaskan, terorisme adalah musuh bersama bangsa, negara, dan agama. MUI bahkan telah membuat dua hingga tiga fatwa haram kegiatan terorisme. Namun, kata Din, bukan berarti penanganannya bisa sewenang-wenang.

“Kami tekankan sekali, pendekatan Densus 88 jangan overacting, jangan berlebihan, apalagi melanggar HAM. Tidak mungkin penegakan hukum dilakukan pelanggar hukum. Kalau pendekatan pemberantasan terorisme seperti sekarang, tidak akan bisa memotong akar tunjang. Justru mewariskan dendam kesumat,” lanjutnya seperti dilansir dari metrotvnews.

Menurut Din, Kapolri berjanji menelusuri lokasi kejadian di video tersebut. Perwakilan tokoh agama juga diajak mengawal langsung tindak lanjut terhadap para pelaku. Din menilai hal ini sebagai keterbukaan yang patut diapresiasi. [hunef]