Kedutaan Ekuador di Inggris Gagalkan Aksi Spionase Amerika

Publikasi: Jumat, 5 Juli 2013 09:48

Photo: BBC

LONDON (an-najah) – Aksi penyadapan terhadap kedutaan besar sejumlah negara oleh Amerika Serikat mulai terbukti. Kedutaan besar Ekuador di London, Inggris menemukan alat penyadap yang dipasang di kantor tersebut.

Atas kejadian tersebut, Menteri Luar Negeri Ricardo Patino, Rabu (3/7) kemarin menggelar konferensi pers. “Temuan tersebut menjadi perhatian serius kami. Kami meminta dukungan dari pemerintah Inggris untuk menindaklanjuti temuan kami.” Ujarnya.

Alat yang ditemukan berupa penyadap yang disembunyikan dalam kotak kecil. Di dalam alat tersebut terdapat sebuah SIM card yang dirancang untuk mengirim rekaman pembicaan. Untuk mengelabuhi petugas keduataan, alat penyadap tersebut diselipkan di rak buku.

Pihak keduataan Ekuador meyakini alat penyadap tersebut telah terpasang selama berminggu-minggu. Besar kemungkinan, merekam semua pembicaraan rahasia dalam ruangan tersebut.

Alat penyadap tersebut ditemukan tepat dua hari sebelum kunjungan Patino ke kedutaan besar tersebut. Pihaknya lalu mencurigai keterlibatan salah satu perusahaan keamanan di Inggris. Namun, dia tidak menjelaskan secara detail tambahan soal informasi tersebut. CNN yang mencoba mengonfirmasi keterangan tersebut belum mendapat jawaban.

Ekuador adalah negara yang memberikan suaka politik kepada Julian Assenge. Pendiri wikileaks tersebut kini berlindung di kedutaan besar Ekuador di London, Inggris setelah permintaan suaka yang diajukannya diterima. [an-najah/u]

comments powered by Disqus