Adian Husaini: Pendidikan Kunci Kebangkitan Umat Islam

Publikasi: Rabu, 21 Syawwal 1434 H / 28 Agustus 2013 14:30

Dr. Adian Husaini, Alumni ISTAC Malaysia

Dr. Adian Husaini, Alumni ISTAC Malaysia

Solo (An-najah.net) – Pendidikan kunci kebangkitan umat Islam. Pernyataan ini disampaikan Dr. Adian Husaini ketika dihubungi an-najah.net. Sehabis mengisi bedah buku “Filsafat Ilmu Dalam Perspektif Barat dan Islam” di Solo, Sabtu (24/8).

Pendiri INSISTS ini mengatakan Pendidikan kunci kebangkitan Umat Islam. Dengan pendidikan itu akan bisa melahirkan  tokoh-tokoh Islam. Makanya dengan pendirikan seseorang akan menjadi manusia yang beradab. “Pendidikan itu kunci kebangkitan Umat islam, tanpanya tidak akan bisa melahirkan tokoh-tokoh Islam” ujarnya.

Menurut Dosen pasca sarjana UMS ini, untuk saat ini sekulerisme dominan sekali di Kurikulum. Padahal dalam dunia pendidikan ada 3 pokok yang perlu diperhatikan; guru, murid dan kurikulum. “Guru itu yang mengarahkan, murid itu yang diarahkan dan kurikulum itu merupakan jalan untuk mencapai tujuan” ungkapnya.

Adian menjelaskan kurikulum merupakan seluruh proses untuk mencapai tujuan. Dalam Islam seluruh kehidupan adalah belajar. “Kita bisa melihat bagaimana kehidupan para sahabat, kehidupan mereka adalah semuanya adalah belajar” jelasnya.

Adian menambahkan tujuan pendidikan membentuk manusia yang baik,  beradab, berakhlak,  tidak musyrik, membentuk manusia beriman dan bertaqwa.

“Kalau jadi manusia yang baik, maka dia akan menjadi warga negara yang baik. Kalau  negaranya baik dia akan taat tetapi kalau ada penyimpangan dalam negara itu maka dia akan meluruskan, sebagaimana Hamzah yang berani meluruskan penguasa yang salah” ungkapnya.

Menurut Doktor lulusan ISTAC Malaysia ini,  Pelajaran Sejarah Indonesia ada penyimpangan. Padahal sebagai manusia harus mengetahui sejarah. “Kita disini sebagai pelanjut amanah risalah, penerus dakwah Rasulullah. Bahkan al-qur’an isinya sebagian adalah sejarah.” tegasnya

Saat ini kita disuruh mengagungkan Gajah Mada, padahal Gajah Mada yang menghancurkan kerajaan Islam. Meletakkan Ki Hajar Dewantara diatas  KH. Ahmad Dahlan padahal Ahmad Dahlan orang mengajarkan pendidikan di Indonesia.

Karena sangat pentingnya pendidikan ini, Adian mengingatkan kepada para Ulama, Kyai, Guru untuk memperhatikan kurikulum ini. “Kurikulum itu jalan untuk menuju tujuan maka harus jelas” pungkasnya.(Anwar/annajah)