Mudzakir: Saya Tidak Mau Mengkafirkan Saudara Saya dari Syiah

Publikasi: Sabtu, 5 Ramadhan 1434 H / 13 Juli 2013 14:00

Kyai Mudzakkir bersama Abu Bakar Arsal al-Habsy, pembina demokrat dan tokoh syiah Indonesia dalam sebuah acara. (26/6/13)

Solo (an-najah.net) –Ahmadiyah itu kafir tapi saya tidak mau mengkafirkan saudara saya yang syiah. Peryataan ini disampaikan Ust. Mudzakir dalam kajian dengan tema “Keunggulan Ahlus Sunnah Terhadap Syiah”. Acara dilaksanakan di Masjid Istiqlal Solo, Jum’at (12/7). Dalam acara ini dihadiri ribuan umat Islam Solo dan luar Solo.

Mantan wakil kepala pondok pesantren YAPI Bangil ini mengatakan kaum muslimin di seluruh dunia terbagi-bagi dalam berbagai madzab fiqih dan aqidah. Madzab fiqih sebagaian besar seluruh dunia itu adalah ahlus sunnah walaupun ada madzab yang lain. Madzab fiqih menurut ahlus sunnah terbagai menjadi empat yaitu Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hambali. Dari empat madzab fiqih ini ada 3 yang ahli hadits yaitu Maliki, Syafi’i dan Hambali. Perbedaan madzab aqidah untuk ahlus sunnah mayoritas adalah al asy’ariyah. Sedangkan syiah berpehaman mu’tazilah.

Ketika ditanya dosen UMS, Ust. Mu’inuddin berkaitan dengan keyakinan orang-orang syiah mereka mengatakan Abu Bakar, Umar dan Ustman di dalam neraka. Al qur’an itu bukan kalam Allah. Bagaimana hukum orang-orang ini?

Ia menjawab, dikalangan kita semua berkeyakinan mereka yang menyimpang dari perkara-perkara yang usul adalah kafir. Contohnya orang Ahmadiyah itu kafir. “Ahmadiyah itu kafir, kenapa dikatakan kafir karena meyakini ada nabi setelah nabi Muhammad” katanya.

Ia menambahkan ‘Kalau ada orang yang berbeda pendapat dengan kita dalam hal; Allah itu Maha Esa, Allah itu Maha Suci maka dia kafir, apakah  nabi Muhammad itu nabi, maksum atau bukan maka dia kafir. Orang berbeda pendapat dalam mengatakan al qur’an sudah ada perubahan maka kafir.”

Namun, ia juga menjelaskan tetapi kalau perbedaannya dalam masalah furu’ tidak apa-apa. Seperti finah kubur ada yang tidak percaya tetapi saya percaya . “Di Solo ini ada orang yang tidak percaya akan fitnah kubur tetapi saya percaya” jelasnya.

Sayangnya jawaban Ust. Mudzakkir dirasa sebagian besar peserta kajian tidak jelas dan masih samar-samar. “Pernyataan ustadz tentang Syi’ah masih samar-samar dan tidak tegas.” Tanya salah seorang peserta kajian dengan nada kecewa pada sesi tanya jawab.

Saat ditanya apakah ada Syi’ah yang sesat dan yang baik hari ini. Mudzakkir menjawab  dengan menganalogikan jin, “Jin ada yang baik dan yang jahat apa tidak?.” Mudzakkir balik bertanya kepada serta.

Ia menambahkan lagi, “Sebenarnya ada yang sesat tapi saya tidak melihat yang gimana? Kalau di syiah ada yang di menuhankan Ali, mengatakan malaikat Jibril itu salah dalam menyampaikan wahyu. Ia seharusnya menyampaikan kepada Ali akan diberikan kepada Muhammad, masak itu dianggap benar. Tapi kalau saya disuruh menunjukkan syiah yang sesat itu yang mana, maka saya tidak bisa menunjukkannya.”

Menanggapi tuduhan bahwa ia adalah orang syiah, Mudzakkir menanggapinya dengan meminta kepada penuduh untuk mendatangkan bukti kesyia’ahannya.

“Namun,” tambah Mudzakkir, “Saya muslim dan tapi saya tidak mau mengkafirkan syiah.  Semua tuduhan itu akan saya tuntut di mahsyar adapun di dunia tidak akan saya tuntut.”

Mudzakkir menjawab petanyaan apakah syi’ah atau bukan dengan mengatakan, bahwa ia tidak akan mengkafirkan Syi’ah sebagaimana ia tidak akan memusuhi ahlu sunnah. “Saya disuruh untuk mengkafirkan saudara saya dari kalangan syiah saya katakan tidak dan kalau saya suruh memusuhi ahlus sunnah saya katakan tidak” ungkapnya. (anwar/annajah)

 

comments powered by Disqus