Polisi yang Diduga Aniaya Warga Poso, Kini Sedang Jalani Pemeriksaan di Polda Sulteng

Publikasi: Kamis, 20 Safar 1434 H / 3 Januari 2013 13:56

Bambang_Terorisme_dlmPOSO (an-najah.net) – Divisi Propam Polda Sulawesi Tengah, hari ini memeriksa anggota Samapta Bhayangkara yang diduga terlibat penganiayaan warga Desa Kalora dan Tambarana, Poso.

Kadiv Propam Polda Sulteng, Kombes Pol Deden Gardana mengatakan, anggota Sabhara Polres Poso dan Sulteng yang diperiksa, bertugas di lokasi saat kejadian.

“Penyelidikan sedikit sulit, karena korban ditutup matanya saat diinterogasi. Mereka mengaku dipukuli,” kata Deden Gardana, Rabu (2/1).

Sebelumnya, Propam Polda Sulteng juga memeriksa 14 anggota Brimob yang diduga menganiaya warga Desa Kalora dan Tambarana. Namun, Deden Gardana belum bersedia memberikan informasi seputar pemeriksaan.

Aparat gabungan Densus 88 Anti Teror, Brimob Polda Sulteng, dan Polres Poso, melakukan operasi penangkapan warga pasca penyerangan patroli Brimob di Dusun Tasioni, Desa Kalora, 20 Desember 2012.

Polisi menangkap 14 warga yang diduga mengetahui penyerangan yang menewaskan Briptu Ruslan, Briptu Narto, dan Briptu Wayan Putu Ariawan tersebut. Setelah 7 hari pemeriksaan, 14 warga tersebut dibebaskan karena tidak terbukti terkait penyerangan Brimob.

Lima orang mengaku dianiaya polisi selama pemeriksaan. Polda Sulteng kemudian membentuk tim penyelidikan yang dipimpin Kadiv Propam Kombes Pol Deden Gardana.

Wakil Bupati Poso, T Syamsuri meminta polisi profesional dalam menangani kasus dugaan terorisme.

Hingga 4 November 2012, Kontras mencatat polisi telah menangkap 25 orang yang diduga terlibat aksi terorisme. Dua orang tewas ditembak saat operasi penangkapan dan 3 lainnya dibebaskan karena tidak terbukti terlibat. [fajar/vhr]

comments powered by Disqus