Surat Dari Ummu Hamza Tentang Kondisi Terakhir Abu Hamza

Publikasi: Rabu, 26 Safar 1434 H / 9 Januari 2013 17:21

Abu Hamza Al-Masri

Abu Hamza Al-Masri

(An-najah.net) -Surat ini ditulis oleh seorang istri pejuang, Ummu Hamza yang suaminya Abu Hamza Al-Mishri ditangkap di Inggris sejak tahun 2004 dan telah diekstradisi ke Amerika pada 5 Oktober 2012. Surat ini ditujukan bagi kaum muslimin mengenai kondisi terakhir Abu Hamza.

Sejak suami saya Sheikh Abu Hamza diekstradisi dari Inggris ke Amerika pada tanggal 5 Oktober 2012. Sejak itu pula, suami saya tidak pernah diizinkan untuk melihat wajah siapa pun bahkan pengacaranya sendiri.

Sekali waktu pemerintah Amerika mengizinkan suami saya untuk melihat pengacaranya pada beberapa kesempatan. Namun, kunjungan itu dibatasi hanya diperbolehkan di bilik jendela kaca. Dan bukan hanya itu, jendela kaca itu ditutupi tirai sepanjang permukaan kaca untuk mencegah suami saya agar dapat melihat pengacaranya bertatapan secara langsung.

Selama ini, beliau berada di sel isolasi selama 23 jam sehari di sebuah ruangan kecil yang tidak ada jendelanya dan tidak ada sinar matahari yang masuk. Selama satu jam, dia diperbolehkan untuk meregangkan kakinya persis di sebelah sel-nya di mana tidak ada lagi ruang yang cukup untuk melakukan hal itu.

Sudah tiga bulan sekarang [pada saat ditulis surat ini bulan Januari 2013] sejak beliau di-ekstradisi, namun beliau hanya diizinkan untuk menelepon saya sekali. Alhamdulillah, saya telah menerima kabar dari beberapa surat yang dikirim dari beliau. Saya dan keluarga saya juga menulis kepadanya secara rutin.

Sejak beliau berada di sana, rambutnya sudah tidak pernah disisir karena sisir tidak diperbolehkan baginya. Beliau bahkan tidak tahu arah Ka’bah sehingga beliau shalat dengan menebak  ke arah mana kiblat berada.

Pemerintah Amerika tahu suami saya cacat fisik! [tangan kanan Abu Hamzah putus karena ledakan bom -red]. Tapi ketika para penjaga membawa makanan untuknya, mereka membawa makanan yang dibungkus dengan plastik. Ketika suami saya mencoba untuk membukanya dengan giginya, setengah dari makanan tumpah ke seluruh lantai. Wallahi, ini penindasan yang sedang dilakukan untuk suami saya. Mereka [pemerintah teroris Amerika] menyadari sepenuhnya bahwa dia tidak memiliki tangan. Orang-orang yang telah memenjarakan suami saya secara tidak sah, tidak melakukan apa-apa kecuali semakin memperburuk situasi dan sengaja membuat hal-hal sulit baginya. Mereka telah melucuti martabat dan melanggar kehormatannya. Keimanannya dan ritual ibadahnya diganggu. Tetapi Alhamdulillah, Allah Maha Melihat dan Pelindung Utama bagi mereka yang lemah dan terdzalimi. Dan Allah (SWT) tidak membiarkan perbuatan siapapun akan hilang begitu saja. Allah akan mengadakan semua orang (SEMUA MANUSIA, tanpa pengecualian) bertanggung jawab atas tindakan mereka pada hari penghakiman di mana tidak ada keraguan!

Meskipun berada dalam semua penderitaan ini, Alhamdulillah suami saya Sheikh Abu Hamza terlihat bahagia dan dalam kondisi semangat yang baik. Beliau tahu bahwa ini adalah jalan yang telah dipilihnya dan beliau selalu mengucapkan, “Allah bersama saya, Allah beserta saya.”

Beliau mengatakan untuk membiarkan semua ikhwan dan akhwat yang telah menulis surat kepada beliau tahu bahwa mereka selalu ada dalam do’a-do’a khususnya. Ia senang mengetahui bahwa umat belum melupakannya. Dia mengatakan tidak perlu khawatir, insya Allah.

Akan sangat menyenangkan jika ikhwan dan akhwat untuk menulis surat kepadanya sebanyak yang Anda bisa tulis, sehingga beliau tahu bahwa saudara-saudaranya tidak lupa tentang beliau dan bahwa beliau tahu jika beliau Abu Hamzah hafidzahullah selalu berada dalam do’a-do’a khusyuk anda.

Saya tidak bisa lagi menekankan pentingnya doa dari semua orang yang dikirimkan baginya, karena ini adalah senjata paling kuat yang kita miliki. Beliau membutuhkan dukungan kita sekarang dan memiliki hak untuk kita bantu. Jadi, marilah ikhwan dan akhwat, memanjatkan doa dan mengingat kejahatan yang beliau lakukan hanya komitmen beliau yang mengatakan bahwa ia hanya beriman kepada Allah. Penjara bukanlah tempat untuknya. Tempat-Nya adalah dengan keluarga-Nya, terutama anak-anaknya.

Nabi (saw) mengatakan:
“Barangsiapa yang membantu sesama Muslim dalam menghilangkan kesulitan di dunia ini, Allah akan menghapus penderitaannya pada hari kiamat. Siapa yang membantu menghilangkan kesulitan dari yang lain, kesulitannya akan dihapus oleh Allah di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib saudaranya Muslim lain, maka aib kesalahannya akan ditutup-tutupi di dunia ini dan di hari kiamat oleh Allah. Allah akan terus membantu seorang hamba, selama ia terus membantu saudaranya sendiri.” HR. Muslim

Kita semua akan dipanggil untuk dimintai pertanggungjawaban dan akan ada pertanyaan tentang apa yang kita lakukan untuk saudara-saudara kita yang menderita di sekitar kita, paling tidak apa yang bisa kita bisa lakukan adalah memanjatkan doa bagi mereka.

Barakallahufikum untuk semua ikhwan dan akhwat yang telah mendukung suami saya selama bertahun-tahun. Bantuan, kasih-sayang dan perhatian anda untuk beliau tidak akan hilang sia-sia. Balasan bagimu hanya dari Allah (SWT). Aku berdoa kepada Allah, yang Mahakuasa untuk memberikan anda kebaikan di dunia ini dan kebaikan di akhirat .. Amiin.

* ditulis sendiri oleh Ummu Hamza

 

Red: Fajar

Sumber: http://www.twitlonger.com/show/kla0gf

comments powered by Disqus