Jihad Suriah Menurut Ulama Dunia Kontemporer

Publikasi: Kamis, 13 Rajab 1434 H / 23 Mei 2013 08:31

Seruan ulama islam untuk jihad ke Suriah.

Seruan ulama islam untuk jihad ke Suriah.

(An-najah) – Penderitaan rakyat Suriah, tidak hanya dirasakan oleh mereka sendiri. Di beberapa belahan Bumi, umat Islam memberikan dukungan moral maupun material kepada saudaranya di Suriah. Geliat peduli Suriah juga ada di Indonesia. Walau tidak segegap gempita di Timur Tengah.

HASI adalah salah satu lembaga sosial yang bergerak untuk umat Islam Suriah di Indonesia. Selain mengirim tenaga medis ke Suriah setiap bulan, HASI juga aktif mensosialisasikan tragedi Suriah ke masyarakat Indonesia. Tentu ada yang pro dan kontra saat sosialisasi Suriah.

Ada banyak ulama Indonesia yang mendukung sosialisasi Suriah. Bahkan diantara ulama tersebut menyerukan keharusan berjihad melawan rezim Syi’ah Nushairiyah. Salah satunya Ustadz Farid Ahmad Uqbah, pengasuh ma’had Ali al-Islam, Bekasi.

“Iran mati-matian membela rezim Basyar Asad. Bahkan rezim tersebut mendapat bantuan dana sekitar 5 milyar dolar untuk membantai muslim ahlusunnah di Suriah. Jadi, tak perlu ragu, yang membela rezim Basyar Asad adalah orang syiah,” ujar Ustad Farid dalam Tabligh Akbar dan penggalangan dana untuk Muslim Suriah di Masjid Al-Azhar, Ahad (4/11/12).

Anggota MIUMI ini menjelaskan, Syiah yang berkuasa di Suriah adalah Syiah Nushairiyah, yakni Syiah ekstrim dan kebatinan yang tidak mewajibkan shalat dan puasa. Sejak Iran menancapkan pengaruhnya di Suriah, aliran Syiah Itsna Asy’ariyah kini telah masuk dan bergabung dengan Syiah Nushairiyah.

Ketua MUI Pusat, K.H Kholil Ridwan, dalam wawancara via telepon dengan An-Najah pun menegaskan, bahwa umat Islam harus membantu saudara-saudaranya yang berjihad di Suriah.

“Konflik Suriah adalah peperangan antara Islam (sunni) dengan Syi’ah. Minoritas Nushairiyah mendzalimi mayoritas umat Islam sunni. Perjuangan sunni harus didukung, agar umat Islam di sana bisa hidup damai dan bebas beribadah.” Jelas Kiyai Kholil, (17/1/13).

Bila di Indonesia, para ulama masih banyak yang berdiam diri terkait jihad melawan Basyar Asad di Suriah, lain halnya di Timur Tengah yang tegas menyerukan jihad melawan Basyar Assad.

Syaikh DR. A’idh al-Qarni, salah seorang da’i kondang internasional, termasuk ulama yang terang-terangan menyerukan jihad melawan rezim Nushairiyah Basyar Asad yang dibeking oleh Iran dan Hizbullah Lebanon.

“Setiap orang yang memanggul senjata melawan Bashar Asad bukanlah seorang teroris. Justru ia adalah seorang mujahid di jalan Allah. Jika ia menang, maka ia mulia. Dan jika ia terbunuh, maka ia mati syahid.” Tulis Syaikh al-Qarni di halaman FB-nya.

Dosen senior Saudi Syaikh DR. Muhammad al-Arifi mempelopori terbentuknya forum ulama pembela Suriah. Da’i yang terkenal santun ini menyerukan seluruh umat Islam dimanapun mereka berada untuk berjihad melawan rezim Nushairiyah.

“Wajib bagi umat Islam yang mampu berjihad melawan pemerintah durjana Basyar Asad” Ujar beliau dalam salah satu khutbah jum’atnya.

Syaikh DR. Yusuf al-Qardhawi …tokoh moderat al-Azhar ini, bahkan berijtihad, jihad melawan rezim Nushairiyah adalah fardhu ‘ain.

Tercatat 107 ulama membuat pernyataan bersama mendukung pasukan oposisi tentara bebas Suriah dalam melawan rezim Assad, dan menyerukan rakyat Suriah untuk bergabung dengannya.

Para ulama tersebut juga menekankan tentang perlunya mendukung pejuang Suriah dengan semua apa yang mereka butuhkan, sehingga mereka bisa menyelesaikan revolusi mereka dan bergerak untuk merebut kebebasan dan hak-hak mereka.

Mereka juga menyerukan negara-negara Arab dan Islam untuk mengambil posisi serius menentang rezim Presiden Bashar al-Assad, seperti pengusiran duta besar dan memotong semua bentuk hubungan dengan Assad dan negara yang mendukungnya, terutama Rusia dan Cina.

Di antara para penandatangan pernyataan termasuk Presiden persatuan ulama muslim internasional, Dr Yusuf al-Qaradhawi, Mufti Mesir, Syaikh Ali Jumaa, Rasyid Ghannouchi, Shadiq Ghariani, Abdul Majid al-Zindani –pendiri universitas al-Iman Yaman-, Aid Al-Qarni, Salman Al-Audah, Syaikh Muhammad Hassan –da’i kondang Mesir-, Ahmad Halil, Ali Shalaby –pakar sejarah Islam-, Nashir Sulaiman al-Umar, Abu Ishaq al-Huwaini dan puluhan ulama Muslim senior lainnya, (http://islamtoday.net/albasheer/artshow-12-162869.htm).

Salafi Pun Mewajibkan Jihad
Tidak ketinggalan para ulama’ yang ditokohkan oleh Salafi pun menfatawakan keharusan jihad melawan rezim Basyar Asad. Mereka menanggalkan syarat-syarat jihad yang digagasnya, seperti jihad harus seizing waliyul amri.

Syaikh Adnan al-Ur-ur adalah seorang tokoh salafi yang menghasung umat Islam untuk berjihad melawan rezim Basyar Asad. Hal ini beliau ungkapkan dalam beberapa kesempatan, salah satunya saat beliau tampil dalam sebuah acara dialog di stasiun Al-Aqsha TV pada Kamis malam (3/1/2013).

Hanya ulama Saudi yang tergabung dalam Hai’ah Kibaril Ulama’ saja yang menganggap berjihad di Suriah itu maksiat kepada Amir. Menurut Hai’ah, jika tidak mendapat restu pemerintah, seperti pemerintah Saudi, sekutu terdekat di Amerika di Timur Tengah, maka berjihad di sana hukumnya haram.

Dari kalangan jihadi, seperti Syaikh DR Aiman Adz-Dhawahiri, Syaikh Abu Bashier, Syaikh Abu ‘Ashim al-Madesi, telah menfatwakan wajib berjihad melawan penguasa Suriah. Dalam situs resminya, www.abubaseer.bizland.com , Syaikh Abu Bashier menjelaskan, jihad melawan penguasa Suriah adalah perang melawan kelompok murtad dan penjajah.

Syaikh Abu Basher yang pernah mendekam dalam penjara Hafidz Asad jauh sebelum revolusi telah menyerukan keharusan untuk berjihad melawan Basyar Asad dan Nushairiyah. Setelah mengasingkan diri ke beberapa Negara Asia dan Eropa, ulama jihadi ini akhirnya memutuskan diri untuk bergabung dengan pejuang Suriah melawan Basyar Asad.

Tahun 2000, Syaikh Abu Mush’ab As-Suuri, tokoh pergerakan Suriah yang melarikan diri ke luar negeri pada zaman Hafidz Asad ini, telah menulis buku khusus tentang Suriah. Dalam bukunya yang berjudul, “Ahlu As-Sunnah fi Asy-Syam fi Muwajahati An-Nushairiyyah wa Ash-Shalibiyyah, wal Yahud” (telah diterjemahkan oleh Jazeera Solo, Rezim Nushairiyah dan ) beliau menghasung umat Islam, khususnya di Suriah dan beberapa wilayah Syam lainnya untuk bangkit melawan rezim Nushairiyah.

Syaikh DR. Nabil Al-Audha pendiri situs emanway.com dan Syaikh DR. Hakim al-Mathiri pakar Hadits Kuwait, juga menfatwakan wajibnya jihad di Suriah.
Setidaknya ada dua alasan utama para ulama menfatwakan wajibnya jihad melawan rezim Nushairiyah Basyar Asad. Pertama, kelompok Nushairiyah dihukumi kelompok murtad dan zindiq, yang selalu menghina Islam, jadi memerangi mereka, sama hukumnya dengan memerangi orang-orang murtad dan zindiq. Kedua, kewajiban untuk membantu muslim yang terdzalimi, (Qs. 4: 75).*

Ditulis oleh: Akrom Syahid (Pimred Majalah An-Najah)

Sumber: Majalah An-Najah Edisi Khusus, “BARA SURIAH, Kupas Tuntas Tanah Yang Dijanjikan.”