MUI: Kontes Miss World Ajang Jadikan Wanita Objek Cari Untung

Ketua MUI Pusat, KH. Amidhan
Ketua MUI Pusat, KH. Amidhan

JAKARTA (an-najah) – Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan pernyataan: menolak penyelenggaraan ajang pemilihan Miss World di Indonesia.

“Alasannya karena kontes menjadikan wanita sebagai obyek dan hanya dijadikan ajang cari untung saja,” kata Ketua MUI KH Amidhan, seperti dikutip wartawan BBC di Indonesia, Pinta Karana, Jumat (23/8/2013).

Seperti halnya MUI, beberapa bulan yang lalu, organisasi-organisasi massa berbasis Islam juga menolak Miss World. Sejumlah ormas Islam itu mengadakan aksi unjuk rasa menolak penyelenggaraan Miss World.

Sementara pihak penyelenggara, MNC, mengatakan sejak tahun 2010 mereka sudah melakukan berbagai diskusi, termasuk dengan MUI.

“Kami mendengarkan keberatan mereka dan kami pun melakukan penyesuaian seperti tidak ada sesi bikini, sama saja seperti kontes Putri Indonesia atau Miss Indonesia hanya pesertanya internasional,” tutur Syahril Nasution, Corporate Director RCTI, salah satu anak perusahaan MNC.

“Israel” Mundur

Para kontestan Miss World ke-63 akan berada di Bali selama kurang lebih tiga minggu sebelum malam puncak yang dilaksanakan di Sentul, Bogor, pada 28 September 2013.

Peserta dari “Israel” dipastikan tidak akan ikut serta dalam ajang pemilihan tersebut.

“Kami baru saja menerima surat dari panitia Miss World ‘Israel’ yang memastikan pengunduran diri mereka,” kata Syafril Nasution.

Dia tidak menjelaskan penyebabnya tetapi sejumlah media massa “Israel” menulis penarikan mundur tersebut karena Indonesia selaku tuan rumah tidak mengakui “Israel”. [fajar/bbc/salam online/an-najah]