Sembilan Hal Untuk Palestina

Kapal Mavimarmara untuk Palestina
Kapal Mavimarmara untuk Palestina

An-Najah.net – Berikut ini adalah sembilah hal yang bisa dilakukan oleh kaum muslimin untuk membantu Palestina.

Pertama, menyatukan semangat umat.

Siapapun akan marah jika tempat sucinya dipermainkan. Dalam kondisi seperti ini, sudah selayaknya tokoh agama menyalurkan kemarahan umat dengan hal yang positif. Agar memberikan efek gentar bagi musuh-musuh Islam.

Diantaranya adalah dengan melakukan mobilisasi massa. Menunjukkan kepada dunia bahwa kaum muslimin masih memiliki keterikatan hati dengan Palestina.. Dengan memobilisasi massa, alim ulama dapat memberikan arahan kepada umat, apa yang bisa mereka lakukan untuk Palestina.

Kedua, menyebarkan berita tentang Palestina.

Semenjak dicaplok Israel, Palestina telah menjadi wilayah kaum muslimin yang paling terisolir di dunia. Maka menyebarkan berita tentang penderitaan muslim Palestina adalah suatu cara membuka mata dunia akan kejahatan Israel.

Tidak harus menjadi jurnalis untuk menyebarkan berita Palestina. Cukup menviralkan sebuah video atau tulisan yang berkaitan dengan Palestina, melalui akun jejaring sosial yang dimiliki. Sebelum menyebarkannya, pastikan konten yang disebar adalah benar. Agar tidak menjadi bumerang bagi kaum muslimin sendiri.

Ketiga, membantah syubhat seputar perjuangan Palsetina

Zionis, Salibis Internasional dan kaum munafik tidak ingin konflik Palestina menjadi perhatian kaum muslim dunia. Sehingga mereka membuat berbagai macam syubhat seputarnya. Diantaranya dengan mengatakan bahwa perjuangan bangsa Palesetina adalah perjuangan yang sia-sia. Karen Palestina ibarat si kecil, sementara Israel adalah sebuah raksasa yang tidak mungkin dilawan dengan lemparan batu dan kerikil.

Atau dengan mengatakan bahwa kewajiban bangsa pelsetina adalah berhijrah, bukan berjihad. Atau menyebarkan isu bahwa krisis Palestina tidak ada kaitannya dengan agama, malinkan hanya persoalan penjajah dengan yang dijajah. Itu semua merupakan syubhat yang setiap muslimin wajib untuk membantahnya. Sesuai dengan kadar kemampuan masing-masing.

Keempat, mengumpulkan donasi bantuan

Muslim Palestina telah terkepung oleh penjajah Israel. Mereka ibarat hidup dalam penjara raksasa. Kebutuhan hidip mereka tidak bisa tercukupi tanpa bantuan dari saudaranya yang berada di luar kepungan. Oleh karena itu, sebesar apapun bantuan yang disalurkan, akan sangar meringankan beban yang mereka pikul.

Donasi bisa disalurkan kepada lembaga-lembaga kemanusiaan yang terpercaya dan sudah mendapatkan rekomendasi. Kaum muslimin yang memiki keahlian khusus juga diharapak bisa terjun langusng untuk membantu muslim Palestina. Seperti para dokter, perawat, jurnasil dan sebagainya.

Kelima, memutus kekuatan Israel dan sekutunya

Jika ia adalah seorang pemimpin negara maka ia memutus hubungan diplomatik dengan Israel, tidak mengakuinya sebagai negara yang berdaulat, tidak menjual sesuatu yang dapat dijadikan alat untuk membantai Palestina, seperti gas alam, minyak bumi, persenjataan dll. Adapun bagi kaum muslimin yang lain adalah dengan memboikot produk Israel dan produk para sekutunya. Memboikot produk mereka artinya telah membantu mematikan ekonomi penjajah.

Keenam, membongkar konspirasi Israel dan Amerika

Terkadang sebagian orang tidak terlalu ambil perhatian dengan penderitaan muslim Palestina. Karena termakan doktrin nasionalisme dan paham ‘rahmatan lil alamin’ yang salah kaprah. Maka orang seperti itu harus disadarkan dengan cara lain.

Israel adalah bangsa yang paling rasis di dunia. Berangkat dari doktirn agamnya yang menyatakan bahwa Yahudi adalah bangsa pilihan Tuhan. Sementara yang lainnya diciptakan untuk melayani bangsa pilihan. Adapun Amerika, ia adalah negara paling rakus di dunia. Ia menempatkan personel militernya ke 150 negara di dunia. Dengan tujuan untuk mengamankan kepentingan Gedung Putih.

Ketujuh, menciptakan generasi pembebas Al Quds

Persoalan Palestina tidak akan selesai kalau hanya disikapi dengan reaksi semata. Palestina diingat kalau penjajah mengulangi kebrutalannya. Kemeredekaan Palestina hahus menjadi visi dan misi setiap muslim. Sebagai mana yang dilakukan oleh pendahulu kita.

Inilah Sultan Nuruddin Zangki, pikirannya selalu terarah untuk membebaskan negeri kaum muslimin. hingga ia pernah berkata, “Saya malu untuk tersenyum sementara Dimyat berada di bawah cengkraman Salibis.”

Najmuddin Ayyub, Amir wilayah Tikrit rela membujang hanya untuk untuk mencari seorang gadis yang tidak memiliki cita-cita kecuali melahirkan seorang anak yang akan menjadi pembebas Al Quds. Dan setelah pencarian yang lama, ia menemukan wanita yang dimaksud. Dari pernikahan tersebut, lahirlah anak yang bernama Shalahuddin Al Ayyubi.

Kedelapan, menanamkan cinta syahid di jalan Allah

Israel telah mengorbankan segala apa yang mereka miliki untuk mendapatkan Palestina. Baginya, Palestina adalah tanah harapan yang dijanjikan. Apakah mungkin mereka melepasnya kepada kaum mulimin di meja perundingan? Tidak munkin.

Sudah saatnya kaum muslimin memperkuat fisik dan psikis mereka untuk menghadapi kondis terburuk, yaitu peperangan. Karena Israel dan sekutunya tidak mengenal bahasa lain kecuali senjata. mereka telah mempersiapkan dirinya untuk peperangan yang mereka sebut sebagai Almargedon. Apakah masuk akal jika kaum muslimin menyambutnya dengan bersantai ria?

Kesembilan, mengenalkan sejarah Palestina

Kaum Yahudi mengklaim bahwa Palestina adalah tanah leluhur mereka. Padahal kenyataannya bukanlah demikian. Bangsa Israel adalah anak keturunan nabi Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Nabi Ibrahim berasal dari Babilonia yang kemudian hijrah ke Palestina. Jauh sebelum Nabi Ibrahim datang, Palestina adalah negeri yang sudah berpenduduk.

Nabi Yusuf anak dari Nabi Ya’qub menjadi penguasa Mesir yang kemudian membawa semua keluarganya ke Mesir. Waktu berlalu, hingga Fir’aun memperbudak mereka. Hingga datang Nabi Musa yang mengeluarkan mereka menuju Palestina.

Selama di Palestina, bangsa Yahudi dikuasai oleh bangsa-bangsa lain secara bergiliran. Mulai dari bangsa Asyiria, Babilonia, Persia, Yunani, dan terakhir adalah Bangsa Romawi. Di masa Romawi, Yahudi telah diusir dari Palestina. Hingga datang Umar bin Khatab yang membebaskannya pada tahun 637 M.

Dari sejarah tersebut, Palestina bukanlah tanah leluhur Israel. Selain itu, pendeta Petrik Shopronius telah menyerahkannya secara sah ke tangan Umar bin khotob. Hingga datanglah Inggris yang mencaploknya dari tangan Turki Utsmani.

Penulis : Sahlan

Sumber : Majalah An-najah Edisi 146 Rubrik Tema Utama

Editor : Anwar