49 Orang Santri Darul Akhfiya Nganjuk, Ditangkap Karena Diduga Teroris

NGANJUK (an-najah.net) – Sekitar 49 penghuni pondok Darul Akhfiya yang terletak di Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dibawa ke markas Polres Nganjuk, karena diduga terlibat jaringan teroris, Selasa (13/11/2012) dini hari.

Dari pantauan di lapangan, puluhan polisi dengan membawa senjata lengkap mendatangi pondok yang jaraknya tidak begitu jauh dari jalan raya utama, yang menghubungkan Provinsi Jatim dengan Provinsi Jateng tersebut.

Mereka membawa 49 santri, termasuk pengasuh pondok yang diketahui bernama Nasiruddin Ahmad alias Landung Tri Bawono (34), asal Sukoharjo, Solo. Awalnya, petugas membawa mereka ke markas Polsek Kertosono, Kabupaten Nganjuk, tapi kemudian mereka dievakuasi ke Polres Nganjuk. Mereka dibawa menggunakan bus untuk diangkut ke Polres Nganjuk.

Sejumlah tetangga mengaku mencurigai aktivitas di pondok tersebut. Mereka sering terlihat melakukan latihan bela diri, bahkan kegiatan itu dilakukan pada malam hari.

“Mereka sering latihan bela diri, bahkan mereka mempunyai lapangan mirip untuk latihan militer di belakang pondok. Kami curiga, mereka adalah jaringan teroris,” kata Maryono, salah seorang tetangga.

Ia juga menyebut, rata-rata usia santri yang ada di pondok yang lebih dari satu tahun berdiri itu masih belasan tahun, masih pelajar setingkat SMP atau SMA. Mereka juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Banyuwangi, Pasuruan, Ambon, dan sejumlah daerah lainnya.

Sementara itu, Nasirudin membantah tudingan jika ia terlibat jaringan terorisme. Ia selama ini, hanya mengajarkan kegiatan pengajian saja.

“Kami tidak mengajarkan gerakan terorisme, namun hanya ilmu agama seperti pesantren umumnya. Selain itu, kami juga mengajarkan ilmu beladiri,” ujar Nasiruidin.

Sementara itu, polisi sampai saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan tidak membolehkan warga maupun jurnalis untuk mendekati lokasi kejadian.

Mereka diduga teroris karena polisi mendapati buku-buku tentang jihad banyak ditemukan di pondok tersebut. Polisi juga mendapati sejumlah senapan angin ada di tempat tersebut. Sementara itu detik.com melansir berita bahwa kelompok ini adalah anggota GAMIS (Gabungan Masyarakat Islam).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar mengatakan Polri masih mendalami kasus penangkapan 49 santri menjadi terduga teroris di Pondok Pesantren Darul Akhfiya di Nganjuk, Jawa Timur.

“Ini merupakan laporan dari masyarakat yang merasa resah dengan aktifitas para santri di Pondok Pesantren Darul Akhfiya di Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk yang melakukan aktifitas latihan seperti perang dan membawa senjata tajam, dan saat ini kami masih mendalami kasus tersebut,” kata Boy Rafli kepada wartawan di sela pelantikan siswa Sekolah Pembentukan Perwira Polri di Sukabumi, Selasa (13/11/2012).

Menurutnya, penangkapan puluhan santri yang sudah dievakuasi ke Polres Nganjuk ini juga untuk mengantisipasi aksi anarkis dari warga sekitar yang merasa resah dengan kegiatan para santri tersebut yang selalu membawa senjata jika keluar ponpes.[fajar]