Adzab Sedang Mengintai Negeri Ini

adzab

An-Najah.net – Indonesia adalah negara yang indah. Seluruh orang yang hidup di dalamnya juga ‎pasti tau, dari ujung barat Indonesia hingga ke timurnya penuh dengan keindahan alam yang ‎teramat sangat. Seluruh keindahan itu tidak hanya memukau kita tetapi juga orang-orang dari ‎penjuru dunia.‎

Cobaan Tiada Henti

Akan tetapi di balik semua itu, realita yang terjadi, kita sering dan teramat sering dikejutkan dan ‎‎dibuat prihatin dengan musibah yang acap kali menimpa negeri ini. Masih terniang ditelinga kita ‎‎peristiwa gempa bumi yang terjadi beberapa waktu yang lalu, yang memakan korban manusia dan ‎‎memaksa mengungsi dari tempat-tempat mereka, banjir yang berulang kali terjadi di beberapa ‎‎tempat.‎

Padahal baru kemarin kita merasakan beratnya kemarau panjang, gunung di beberapa ‎tempat ‎sudah mulai aktif dan memuntahkan isi kandungannya, huru-hara terjadi diberbagai kota ‎diiringi ‎hancurnya tempat-tempat tinggal dan pusat-pusat keramaian dengan kobaran api yang ‎melalap ‎baik materi maupun sosok-sosok jiwa sebagai pelengkapnya.‎

Pembantaian yang telah dan ‎terus berlangsung secara biadab terjadi di beberapa tempat dan entah ‎berapa tempat lagi yang ‎akan terjadi di belahan negeri ini, busung lapar anak manusia negeri ini ‎sering kita dengar ‎meskipun katanya kita berada di negeri subur nan tropis, dengan disusul ‎jatuhnya nilai rupiah ‎yang mengakibatkan krisis moneter yang berdampak kemiskinan.‎

Pengangguran dan kelaparan ‎masih saja kita rasakan, penyakit-pernyakit aneh dan kotor mulai ‎merebak dan meng-gerogoti ‎penduduk negeri ini dan berbagai musibah yang telah menghadang ‎di hadapan mata, termasuk di ‎dalam hancurnya generasi-generasi muda penerus bangsa ini ‎disebabkan terhanyut dan ‎tenggelam bersama obat-obat setan yang terlarang.‎

Cukuplah Kaum Terdahulu Yang Menjadi Pelajaran

Apakah adzab telah mengintai negeri ini? Sebagaimana yang tersurat di dalam Al-Qur’an surat ‎‎Ash-Shaffat ayat 25, kaum Nuh yang Allah Ta’ala tenggelamkan dikarenakan mendustakan ‎seorang ‎rasul, atau kaum Tsamud yang disebabkan tak beriman, membusungkan dada dan ‎menantang ‎datangnya adzab, Allah Ta’ala jadikan mereka mayat-mayat yang bergelimpangan ‎dengan gempa yang ‎mengguncang mereka.‎

Atau seperti kaum Luth yang dikarenakan perzinaan sesama jenis, ‎homosexsual, Allah hujani ‎mereka dengan batu, atau seperti kaum Madyan yang Allah Ta’ala jadikan ‎mereka mayat-mayat ‎yang bergelimpangan disebabkan curang dalam takaran dan timbangan serta ‎membuat kerusakan ‎dimuka bumi dan menghalangi orang untuk beriman, atau seperti kaum ‘Aad ‎yang disebabkan ‎tidak memurnikan tauhid dan bersujud kepada-Nya, Allah kirim kepada mereka ‎angin yang ‎sangat panas yang memusnahkan mereka.‎

Kaum-kaum terdahulu Allah hancurkan dan luluh lantahkan disebabkan satu dua kemungkaran ‎‎yang dikepalai kesyirikan, sekarang bagaiman dengan kita, apa yang kita saksikan dan alami ‎‎sekarang ini, apa yang terjadi ditempat kita, lingkungan kita, dikota kita, dan bahkan di seantero ‎‎negeri kita?, maksiat terjadi dimana-mana, pergaulan lawan jenis dan perzinaan yang keluar dari ‎‎norma-norma agama semakin menggila.‎

Ditambah lagi media-media masa visual dan non-visual ‎ikut melengkapi ajang syaitan ini dengan ‎dalih seni dan hak-hak manusia, padahal Allah dan ‎Rasul-Nya telah jelas-jelas mengharamkan hal ‎tersebut. Firman Allah:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

‎“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji ‎‎dan jalan yang buruk” (Al-Isra’: 32).


Dan Rasulullah Saw bersabda:‎

مَنْ وَجَدْتُمُوْهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوْطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُوْلَ بِهِ.‏

‎“Barangsiapa di antara kalian yang menemui mereka yang melakukan perbuatan kaum Luth ‎‎‎(homosexsual) maka bunuhlah kedua pelakunya”. (HR. Abu dawud dan At-Tirmidzi). ‎

Siapakah Yang Bertanggung Jawab

Siapakah yang bertanggung jawab akan hal ini?, yang jelas kita semua bertanggung jawab, kita ‎‎sebagai umara’, ulama maupun pribadi-pribadi muslim. ‎
Bukankah Allah Ta’ala telah berfirman: ‎

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

‎“Jikalau sekiranya penduduk-penduduk ‎negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami limpahkan ‎kepada mereka berkah dari langit dan ‎bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat) itu, maka ‎Kami siksa mereka disebabkan ‎perbuatannya”. (Q.S Al-A’raf: 96).‎

Islam adalah satu-satunya ajaran yang menjamin ketenteraman dan kesejahteraan hidup, tidak ‎‎saja di dunia, tetapi bahkan di akhirat, sebab ajaran ini adalah ajaran dari Dzat yang maha ‎‎memberikan jaminan bagi kebutuhan insan.‎ Wallahu ‘alam ‎

Penulis: Ibnu Jihad
Editor: Abu Mazaya