Akhir Hayat, Para Pencela Syari’at Islam

Perang Badar

An-Najah.net – Orang-orang kafir dan munafik senantiasa menampakkan permusuhannya kepada Islam dan kaum muslimin. Bahkan mereka tega menghina dan melecehkan kehormatan Rasulullah dan Syari’at Islam. Mereka mengira dengan dengan ocehan mereka dapat menjatuhkan martabat Rasulullah dan kaum muslimin. Yang ada justeru sebaliknya, gonggongan mereka justru menjelaskan dari jenis apa mereka berasal.

“Berapa banyaknya nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu. Dan tiada seorang nabi pun datang kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya. Maka telah Kami binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya dari mereka itu (musyrikin Mekah) dan telah terdahulu tersebut dalam Al Quran perumpamaan umat-umat masa dahulu.” (QS. Al zukhruf: 6-7)

Belajar dari kisah perjalanan para pencela Syari’at Islam akan memberikan ibrah dalam kehidupan. Jangan sampai kita sebagai kaum muslimin mencela islam, akan tetapi kita harus senantiasa memberikan pembelaan kepada islam ini.

Abu Lahab

Namanya Abdul Uzza bin Abdul Muthalib, paman Rasulullah. ia adalah pemimpin Quraisy yang memiliki wajah yang tampan. Dipanggil Abu Lahab karena setiap kali ia marah, wajahnya memerah laksana api. Lahab dalam bahasa Arab artinya adalah Api.

Abu Lahab adalah orang pertama kali yang menentang dakwah Rasulullah. Ia termasuk yang paling keras mendustakan Rasulullah, sering melemparkan kotoran di depan pintu rumah Rasulullah, karena rumahnya berdekatan dengan rumah Rasulullah.

Abu Lahab meninggal beberapa hari setelah mendengar kabar kekalahan pasukannya di perang Badar. Karena kejadian itu, amarahnya kian memuncak, hingga memukul budak milik Abbas. Melihat budak milik suaminya dipukul, Ummu Fadhal, istri Abbas menghantam kepada Abu Lahab dengan tiang yang ada di rumahnya. Kepalanya bonyok dan dibanjiri darah. Berselang tujuh malam, luka tersebut semakin parah dan bekas pukulan itu menembus sampai otak hingga menyebabkan pembusukan.

Para warga mencium bau tidak sedap yang keluar dari luka Abu Lahab. Mereka juga khawatir luka Abu Lahab dapat menular menimpa mereka. Orang-orang di sekitar pun mulai menjauhinya. Abu Lahab akhirnya hidup sendiri. Ia mengerang pedih tanpa ada yang membantu. Istrinya, Ummu Jamil yang seharusnya berada di sampingnya, justru pergi bersama anak-anaknya menjauhi sang suami. Dan naas, tak lama kemudian Abu Lahab benar-benar tewas.

Selama tiga hari, jasad Abu Lahab dibiarkan tergeletak tanpa ada yang bersedia menguburkan. Para warga tidak berani mendekati jasadnya. Akhirnya karena bau busuk yang kian menjadi, maka mereka menggali sebuah lubang kubur untuk Abu Lahab. Bangkai Abu Lahab didorong-dorong dengan kayu sampai masuk lubang. Dari jauh warga melempari kuburan Abu Lahab dengan batu hingga mereka yakin betul jasadnya telah tertutup rapat.

Abu Jahal

Namanya adalah Amr bin Hisyam al Makhzuniy.  Dia termasuk orang yang paling kejam dan keras permusuhannya terhadap Rasulullah Saw. Oleh kaumnya ia dipanggil dengan Abul Hakam atau bapak yang bijaksana. Kaum muslimin memanggilnya dengan Abu Jahal, yaitu bapak kebodohan. Kerena dia tidak mampu membedakan antara jalan keselamatan dengan jalan kesesatan.

Dari Ibnu Abbas radhiyAllahu ‘anhu, beliau berkata, “Ayat ayat yang diturunkan berkenaan dengan Abu Jahal, sebanyak 84 ayat.” Ayat–ayat ini merupakan peringatan dan ancaman bagi Abu Jahal berupa Neraka, ialah seburuk-buruk tempat kembali. Dan telah kita lalui sebagian ayat di lembaran yang telah lalu.

Abu Jahal pernah mendatangi Rasulullah Saw yang saat itu sedang melaksanakan shalat dengan niat untuk mencelakakannya. Tatkala Abu Jahal mendekat kepada Rasulullah, dia melihat di samping Rasulullah ada sosok yang menakutkan yang siap menghadang aksi jahatnya.

Kehajatan lainnya adalah dialah yang menyiksa Sumayah, ibunda Ammar bin Yasir. Dia memakaikan Sumayyah dengan baju besi, lalu dia lempar tubuhnya ke hamparan pasir yang sedang terpanggang terik matahari. Karena kesal dengan keteguhan iman Sumayyah, ia menusuk Summayyah hingga meninggal. Sumayyah adalah syahidah pertama dalam Islam.

Kerasnya permusuhan abu Jahal terhadap kaum muslimin sekali terlihat ketika terjadinya perang Badar. Dengan sombongnya ia berkata, “Demi Latta dan Uzza, kami tidak akan kembali hingga kami mengikat Muhammad beserta para sahabatnya dengan tali dan janganlah seorang dari kalian merasa iba hanya dengan membunuh satu orang dari mereka. Berilah mereka pelajaran yang sebenarnya hingga mereka tahu akibat perbuatan mereka yang membenci agama kalian.”

Mereka memikirkan tipu daya, Allah pun membuat tipu daya, dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. Abu Jahal yang terkenal garang dan bengis, tidak mampu berkutik menghadapi serangan dua putra Afra’ Mu’awwidz dan Mu’adz. Keduanya menebaskan senjatanya hingga membuat Abu Jahal tersungkur ke tanah. Dalam kondisi sakarat, Ibnu Mas’ud datang untuk memenggal kepalanya.

Namun, Tidak semua orang yang pernah memusuhi Islam dan kum muslimin mati dalam keadaan kafir. Di antara mereka ada yang mendapatkan hidayah sebelum ajal menjemputnya. Keislaman mereka terus membaik. Bahkan di antara mereka ada yang menjadi pahlawan bagi kaum muslimin. Seperti Abu Shofyan Harb, Hindun binti Utbah, Ikrimah bin Abu Jahal, Hakam bin Abul Ash, Abdullah bin Abu Umayyah, dan lain sebagainya.

Penulis : Sahlan Ahmad

Sumber : Booklet An-Najah Edisi 149

Editor : Abu Mazaya