Akhlak Cermin Keimanan Seseorang

Akhlak Mulia
Akhlak Mulia

An-Najah.net – Akhlak yang mulia adalah cerminan keimanan seseorang. Rasulullah Saw diutus Allah Swt untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Rasulullah SAW bersabda :

أَكْمَلُ المُؤمِنِينَ إِيمَاناً أَحسَنُهُم خُلُقاً

“Orang yang paling sempurna imannya adalah yang paling mulia akhlaknya.” (HR. Ath Thabrani dalam mu’jam ash shaghir no. 605)

Akhlak yang mulia adalah cerminan keimanan seseorang. Rendahnya tingginya akhlak menjadi indikator kuat bagi keimanannya. Semakin tinggi akhlak seseorang maka semakin tinggi pula keimanannya, dan sebaliknya. Karena itu, Nabi Saw sering mengaitkan antara iman seseorang dengan akhlak.

Bahkan lebih dari itu, beliau menyejajarkan kedudukan akhlak dengan iman. Perhatikan hadits berikut ini:

لاَ إِيمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَةَ لَهُ، وَلاَ دِينَ لِمَنْ لاَ عَهْدَ لَهُ

“Tidak ada iman bagi yang tidak memiliki amanah dan tidak ada agama bagi yang tidak menepati janji.” (Shahih Targhib wat Tarhib karya Syaikh al Bani).

Misi Dakwah Rasulullah Saw

Untuk misi ini pula Nabi Muhammad Saw diutus kepada umat manusia, yaitu untuk menyempurnakan akhlak. Dalam sabdanya, Nabi Saw menyatakan tujuan diutusnya beliau :

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَقِ

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.” (HR. Ahmad)

Memang, realita sejarah mengungkapkan bahwa dari masa ke masa banyak umat manusia yang melakukan pelanggaran akhlak, tidak terkecuali pada masa Rasulullah Saw. Kehidupan jahiliah yang mendominasi kala itu melahirkan kebobrokan moral dan akhlak dalam segala aspek kehidupan dan yang terparah adalah aspek aqidah.

Selama 23 tahun Nabi Muhammad Saw memperbaiki aqidah dan akhlak manusia hingga mencapai dikenal sebagai khairu ummah.

Di zaman kita sekarang ini pun, meskipun Islam sudah tersebar ke seluruh pelosok dunia dan sudah sekilan lama aqidah islam bersemayam di dalam hati kaum muslimin, ternyata problematika kemerosotan akhlak masih sering terjadi.

Bahkan belakangan ini fenomenanya semakin gawat hingga memporak-porandakan sendi-sendi kehidupan umat. Krisis politik, ekonomi, hukum, keuangan, kesusilaan, keteladanan, dan krisis lainnya yang melanda umat belakangan ini tidak lain disebabkan oleh krisis akhlak yang sedang melanda.

Kapankah umat ini akan meraih kembali keharuman namanya,ketinggian martabatnya, dan keluhuran budinya?. Tentu jawabannya adalah jika kita mau menghidupkan kembali nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan kita.

Ditulis : Anwar Ihsanuddin S.Pd

Editor : Abu Mazaya