Aktivis Bantah Tuduhan Rezim Suriah Tentang Penggunaan Senjata Kimia

kimiaAleppo (an-najah.net) – Melalui sejumlah media, rezim dzolim Bashar Al Asad menuduh pejuang Suriah telah menembakkan sebuah roket yang mengandung bahan kimia ke daerah Khan al-Asl, pedesaan Aleppo, hari Selasa (19/3/2013). Rudal itu menyebarkan gas beracun ke udara dan menewaskan 25 orang yang merupakan pendukung revolusi.

Tuduhan yang di keluarkan rezim ini langsung dibantah para aktivis Suriah yang berada di daerah Khan Al Asl. Melalui Akbaraleppo center mereka mengatakan, “Kami membantah dengan tegas apa yang diberitakan media-media bahwa pasukan pembebasan Suriah telah menembakkan senjata kimia di kota Khan Al Asl” tegas mereka.

Menurut aktivis, tuduhan yang dikeluarkan rezim Suriah ini adalah untuk menutup-nutupi kabar yang sudah menyebar luas bahwa pasukan rezim Asad telah menggunakan senjata kimia dalam membantai warga Suriah di pedesaan Aleppo Barat.

Salah seorang juru bicara pasukan pembebasan Suriah (FSA) juga menegaskan bahwa pasukan pembebasan Suriah tidak mempunyai senjata jarak jauh, apalagi senjata kimia, “Kami tidak mempunyai senjata kimia maupun senjata jarak jauh. Seandainya kami mempunyai senjata-senjata itu, mana mungkin kami gunakan itu untuk menyerang orang-orang yang membantu kami menentang pemerintah” tuturnya di sela-sela pertemuan pemilihan Perdana Menteri Oposisi baru di Istanbul, Turki.

Sementara itu, Jurubicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan “tidak ada bukti” oposisi Suriah menggunakan senjata kimia. Ia juga mengulangi peringatan Washington bahwa pemerintah Assad akan dimintai pertanggungjawaban atas penggunaan setiap senjata kimia terhadap pemberontak atau warga sipi. [hunef]

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.