Al-Qaidah Gunakan Film Kartun untuk Merekrut Anak-Anak

Sebuah kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaidah mengatakan pihaknya berencana untuk memproduksi serial kartun animasi layaknya kartun Disney yang bertujuan merekrut anak-anak untuk masuk dalam jaringan Al-Qaidah.

Cuplikan dari film pendek yang direncanakan menunjukkan seorang anak laki-laki berpakaian seragam tempurdan berpartisipasi dalam penggerebekan, pembunuhan dan rencana teror.

Ini adalah upaya terbaru yang dilakukan oleh organisasi Al-Qaidah dengan penggunaan multimedia dalam menarik calon potensial anggota mereka. Baru-baru ini, sebuah kelompok jihadis yang bermarkas di Yaman merilis sebuah majalah wanita online dengan makeup dan tips kecantikan.

Berita tentang film animasi ini diumumkan oleh sebuah kelompok jihadis yang disebut Abu al-Laith al-Yaman di situs jihadis berbahasa Arab Al-Shamouk, Yayasan Quilliam yang berbasis di London melaporkan Rabu kemarin (20/7). Quilliam, yang dibentuk oleh mantan jihadis dan sekarang bertujuan untuk membasmi ekstremisme, mengatakan tampaknya kelompok ini berafiliasi dengan al-Qaidah di Semenanjung Arab.

“Film animasi ala Disney ini sepertinya ditujukan untuk anak-anak yang menceritakan kisah Nabi, kisah-kisah perang suci dan propaganda anti-Barat,” kata Noman Benotman, seorang mantan jihadis yang dulu memiliki link dengan al-Qaidah dan sekarang menjadi analis di Quilliam. “Tapi saya rasa hal itu bisa menjadi bumerang bagi keluarga yang akan marah karena al-Qaidah mengarahkan film ini pada anak-anak mereka.”

Benotman mengatakan bahwa menurut laporan film ini dalam tahap akhir dan direncanakan untuk didistribusikan melalui website dan DVD.

Para pembuat film merilis empat klip dari film melalui situs web berbahasa Arab dan meminta umpan balik dari pengguna forum. Kebanyakan peserta forum menyetujui film ini, Benotman mengatakan. Klip film dirilis dalam bahasa Arab.

Para pejabat intelijen Inggris memandang Al-Qaidah di Semenanjung Arab – yang merupakan cabang aktif Al-Qaidah di negara Yaman dan di dekatnya – sebagai ancaman yang signifikan.[eramuslim]