Al-Quds Milik Umat Islam

Al aqsha milik umat islam
Al aqsha milik umat islam
Al aqsha milik umat islam
Al aqsha milik umat islam

An-Najah.net – Yerusalem adalah salah satu kota tertua di dunia. Kota dengan catatan sejarah yang sangat panjang, termasuk peperangan mewarnainya, dan silih bergantinya kekuasaan yang berdiri di atasnya.

Banyak orang menganggap kota ini sebagai tempat suci bagi tiga agama, Yahudi, Kristen, dan Islam. Namun, sejatinya tempat ini adalah milik kaum muslimin. Bukan saja karena di dalamnya ada Masjid Al-Aqsha, masjid suci ketiga bagi umat Islam. Namun, karena Yerusalem atau baiknya kita menyebutnya sebagai Al-Quds adalah tanah yang diwariskan para nabi.

Memang, Nabi Ya’kub yang mulai membangun Al-Aqsha adalah nenek moyang bagi bani Israil. Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, dua raja terbesar yang pernah memimpin Al-Quds dan tanah Palestina, pun berasal dari bani Israil.

Tapi ingat, ketiganya bukanlah yahudi. Para nabi itu adalah muslim, yang mengajarkan tauhid kepada umatnya. Ketiganya adalah hamba dan utusan Allah, yang mengajak manusia untuk beribadah hanya kepada Allah. Mereka tetap berada dalam millah Ibrahim yang lurus.

Sedangkan kaum yahudi bukanlah umat yang bertauhid. Mereka adalah musyrikun, yang mengakui Uzair sebagai anak Allah. Mereka telah menyimpang dari milah Ibarhim. Tidak sedikit pun mewarisi tauhid dari Nabi Ya’kub, nenek moyang mereka. Dan, tak pula mengikuti akidah Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. Karenanya, sedikit pun mereka tak punya hak waris atas tanah dari para nabi itu.

Yang tetap berada di jalan lurus Nabi Ibrahim hanyalah kaum muslimin. Yang mewarisi tauhid Nabi Ya’qub hanyalah kaum muslimin. Yang seakidah dengan Nabi Daud dan Nabi Sulaiman hanyalah kaum muslimin. Karenanya, yang berhak mewarisi kejayaan Al-Quds hanyalah kaum muslimin.

Ketika kini, orang-orang Israel ingin merebut Al-Quds sepenuhnya, tak pantas bagi kaum muslimin untuk berdiam diri. Setidaknya, sisipkan doa bagi mereka yang sedang berjuang membela kehormatan Al-Quds. Bagi mereka yang rela terluka, hingga meregang nyawa. Bagi setiap tangan yang terus melempar batu tanpa rasa takut.

Penulis : Wisnu

Editor : Anwar