Browse By

Al-Qur’an Bagi Kaum Muslimin

Wali setan menyadari bahwa Al-Qur’an adalah ruh umat Islam. Karenanya mereka berusaha untuk menjauhkan kaum muslimin darinya. Mereka sangat khawatir jika kaum muslimin kembali kepada Al-Qur’an dam Sunah.

William Ewart Gladstone, Perdana Menteri Inggris (1874) pernah mengatakan, “Selama Al-Qur’an masih ada, selama itu pula Eropa tidak akan pernah mampu menguasai dunia Timur. Dan kita tidak akan pernah merasa aman dibuatnya.” (Al-Islam ‘ala Muftaruqi Ath-Thuruq, 39)

Pada acara peringatan 100 tahun pendudukan Perancis atas Aljazair,  Gubernur Perancis untuk wilayah Aljazair berkata, “Kita wajib menjauhkan Al-Qur’an dan menghapus bahasa Arab dari lisan mereka. Setelah itu baru kita baru akan memenangkan pertempuran ini. (Majalah Al-Mannar 9/11)

Pemerintah Perancis pernah menyekolahkan sepuluh gadis Aljazair di negaramereka. Di sana,para gadis terbutdicekoki dengan budaya, pakaian dan bahasa Perancis. Hingga jadilah gadis-gadis tersebutlayaknya gadisPerancissesungguhnya.

Setelah berlalu 10 tahun masa pendidikan, datanglah hari untuk merayakan kelulusan mereka. Diundanglah orang-orang penting dari pemerintah penjajah tersebut, termasuk Robert Lacoste, gubernur Perancis untuk Aljazair.

Alangkah terkejutnya para tamu undangan ketika melihatwisudawati memasuki ruang wisuda. Karena mereka mengenakan hijab sempurna lengkap dengan cadar. Tamu undangan saling bertanya, “Apa yang telah kita lakukan, padahal kita telah menjajah mereka selama 128 tahun?” Dengan muka masam Lacoste menjawab, “Apa yang dapat kita lakukan jika Al-Qur’an lebih kuat daripada orang Perancis?” (Koran Al-Ayyam, terbit 6 Desember 1962) (Sahlan)

Diambil dari potongan Tema Utama majalah Islam An-Najah, Edisi 138, Mei 2017.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *