Al Qur’an Meyibak Tabir Yang Haq Dan Batil

Al Qur'an menyibak tabir al haq dan al batil
Al Qur’an menyibak tabir al haq dan al batil
Al Qur'an menyibak tabir al haq dan al batil
Al Qur’an menyibak tabir al haq dan al batil

An-Najah.net – Allah SWT akan memuliakan suatu kaum dengan Al Qur’an, dengannya pula Allah SWT akan menghinakan suatu kaum ketika meninggalkan Al Qur’an itu.

Di era zaman yang modern ini umat Islam sadar akan pentingnya Al Qur’an sebagai pedoman hidup. Menjaganya menjadi tuntutan iman bagi pemeluk agama Islam.

Belum lama ini umat Islam diresahkan dengan penistaan Al Qur’an yang dilakukan Ahok. Mereka merasa agamanya dihinakan, umat Islam yang konsekuen dengan keimanannya memberikan pembelaan kepada Al Qur’an ini.

Aksi 212 (2 Desember 212) itu menggerakkan tujuh juta lebih umat Islam di Indonesia. Mereka berkumpul di satu titik lokasi Monas di bawah satu komando dan satu panji yang bernama Islam.

Meskipun ada batu sandungan untuk sampai ke Jakarta. Umat Islam dari berbagai daerah mempunyai cerita sendiri-sendiri. Umat Islam dari Ciamis ketika kendaraan Bus tidak boleh membawa mereka ke jakarta mereka berjalan kaki. Meskipun jaraknya kurang lebih 300 km. Dari Balikpapan, Kalimantan mereka menyewa pesawat untuk sampai ke Jakarta. Ada pula dari kota yang lain mereka mengendarai motor.

Namun, ditengah perjalannya untuk melakukan aksi damai 212 Allah SWT menunjukkan kebesarannya. Bagaimana kaum muslimin terbuka hatinya untuk memberikan bantuan kepada mereka yang mau berangkat kejakarta. Bantuan ada yang berbentuk kendaraan, uang, dan makanan. Ini merupakan bentuk jihad mereka dengan harta, jiwa dan raga mereka.

Aksi tersebut menunjukkan bahwasanya umat Islam mulai sadar akan kemuliaan yang dibawa al Qur’an. Penistaan yang dilakukan Ahok beberapa bulan lalu menyibak tabir pembela al haq dan al batil.

Dari kejadian itu kita dapat menyaksikan ulama yang benar-benar konsisten dengan ilmunya dan mana ulama yang menggadaikan ilmunya dengan sekelumit dunia.

Selayaknya bagi pemuda Islam yang akan meneruskan perjuangan Islam ini. Mereka harus benar-benar mengimani Al Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Kemudian membacanya dan mentadaburinya. Setelah itu mengamalkan dan mendakwahkan isi kandungan dalam Al Qur’an. Dan perlu diingat dalam mengerjakan semua itu perlu dilakukan dengan sabar. Dengan kesabaran ini akan menjadi kunci kesuksesan dalam perjuangan Islam.

Penulis : Dzaki Ulwan Nash (Aktivis Lingkar Pena Ponpes Darusy Syahadah)

Editor : Anwar