Al-Qur’an Bicara Yahudi

orang-orang yahudi

An- najah.net – Pada masanya, bangsa Yahudi adalah bangsa pilihan. Namun seiring berlalunya waktu, timbul kecongkakan dalam hati dan pikiran mereka. Jadilah mereka sebagai bangsa pembangkang dan pembunuh para rasul.
Tidak terhitung berapa nabi dan rasul yang diutus kepada bani Israel . Hal itu bukan menunjukkan keagungan mereka, justru sebaliknya. keangkuhan dan keras kepala menjadikan mereka tidak cukup didakwahi oleh satu atau dua nabi. Itulah menjadi alasan kenapa begitu banyak nabi yangdiutus dari kalangan mereka.

Diantara sifat orang Yahudi yang diterangkan oleh Al-Qur’an adalah:

Pertama,  Senang Mengadu Domba
Bangsa Yahudi sangat menyukai peperangan. Namun mereka bukanlah bangsa pahlawan, pemberani, ataupun ksatria. Yang mereka lakukan adalah mengadu orang lain agar bertikai, setelah itu mereka mengundurkan diri dari medan laga, sambil menyembunyikan senyum bahagia di balik mantel mereka. Allah berfirman:
“Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya.” (QS. Al-Ma’idah: 64).
Kata “kullama” dalam bahasa Arab berarti sesuatu yang berulang. Menunjukkan betapa orang-orang Yahudi senang menyalakan api pertikaian.
Kedua, Tamak dan Pengecut
Bani Israel sangat mencitai kehidupan dunia. Hingga mereka berandai-andai agar dapat hidup ribuan tahun di dunia. Agar bisa menikmati apa yang telah mereka kumpulkan. Tidak ada yang dapat diharapkan dari orang yang telah terbelenggu dengan dunia, mereka terlalu pengecut untuk meninggalkannya. Allah berfirman:
“Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, Padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 96).
Ketiga, Khianat dan Pembuat Makar
Bangsa Yahudi memperlakukan bangsa selain mereka tidak ubahnya seperti binatang. Karena mereka menganggap diri mereka adalah anak-anak pilihan Allah. Sehingga mereka selalu membuat makar, merencanakan bagaimana agar dunia ini hanya dikuasai oleh orang-orang Yahudi.
Kita dapati pula bahwa bangsa yang paling mudah melanggar janji adalah bangsa Yahudi. Bahkan perjanjian terhadap para nabi pun mereka berani melanggarnya. Allah berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israel , dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.” (QS. Al-Maidah: 70).
Keempat, Pemakan Riba
Kecintaan terhadap dunia menghilangkan rasa belas kasih dalam hati mereka. Bangsa Yahudi memanfaatkan penderitaan orang lain demi maraup keuntungan pribadi. Mereka menjerat orang yang haus dengan jeratan riba. Jadilah penderitaan orang lain bertambah dan berlipat. Mereka menjalankan praktek kapitalis yang penuh dengan unsur riba guna menguasai perekonomian dunia. Allah berfirman:
“Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” (QS. An-Nisa: 161).
Kelima, Angkuh dan sombong
Congkak, tinggi hati, dan rasis adalah sifat yang melekat pada diri bani Israel . Menganggap diri mereka sebagai manusia pilihan, sedangkan yang lain hanyalah pelayan bagi kebutuhan mereka. Namun Allah menolak klaim tidak berdasar mereka. Dan menantang mereka untuk segera berjumpa dengan-Nya, jika betul bahwa klaim mereka benar. Allah berfirman:
“Katakanlah: “Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar.” (QS. Al-Jumu’ah: 6).
(Disadur dari majalah An-Najah edisi 61. Hal 31-32)
Editor: Sahlan Ahmad