Alfian Tanjung: Hadapi PKI, Umat Islam Jangan Jadi Kuda Tunggangan

Alfian tanjung
Alfian tanjung
Alfian tanjung

Jakarta (An-najah.net) – Menghadapi PKI bersama tentara adalah langkah yang tepat. Bersama tentara ini bukan hubungan permanen mati, kita nggak begitu, kita ingin masuk pada aliansi strategis aja. Alfian tanjung menghimbau agar umat Islam tidak hanya jadi kuda tunggangan.

Pengamat Gerakan Komunis di Indonesia, Ustadz Alfian Tanjung, menyatakan bahwa langkah Umat Islam dalam memerangi paham ajaran Komunis bersama TNI dinilai menjadi langkah proposional yang bisa diambil. Meskipun diketahui sebelumnya TNI dan Islam mempunyai sejarah yang kelam, seperti Tragedi Tanjung Priok

“Kita melihat persoalan secara proposional, pada saat tertentu kita berhadapan dengan PKI adalah sebuah fakta historis memberantas PKI antara tahun 65-66 adalah kerja sama antara tentara hijau, Islam hijau dan hijau tentara,” ujarnya kepada Kiblat.net, seusai acara  Konferensi Pers Simposium dan Apel Akbar di Dewan Dakwah Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (30/05/2016).

Dia menjelaskan, sehubungan dengan persoalan masa lalu antara umat Islam dan tentara pada saat peristiwa Tanjung Priok itu menjadi persoalan sendiri. Dia menegaskan, itu tidak kita anggap sebagai kelupaan kita atau kealpaan kita kepada tentara.

Dia menambahkan, bahwa menghadapi PKI bersama tentara adalah langkah yang tepat. Meski demikian, dia menghimbau agar umat Islam tidak hanya jadi kuda tunggangan.

“Bersama tentara ini bukan hubungan permanen mati, kita nggak begitu, kita ingin masuk pada aliansi strategis aja,” imbuhnya.

Dia juga menilai, PKI ini adalah musuh agama dan negara, sehingga harus ada kelompok besar agar paham komunis tersebut tidak merambah.(Anwar/annajah/kiblat)