Amerika, Tolak Voting PBB, Keangkuhan Imperialisme

Sidang PBB, Bahas Yerusalem
Sidang PBB, Bahas Yerusalem
Sidang PBB, Bahas Yerusalem
Sidang PBB, Bahas Yerusalem

An-Najah.net – Amerika – #Trump, sudah didemo dimana-mana, dimarahi, diteriaki oleh masyarakat dunia. Namun sepertinya tidak begitu digubris oleh negeri yang membantai 460.000  rakyat Iraq ini, [2003-2011] .

Bahkan voting PBB yang memenangkan penolakan terhadap keputusan #Trump untuk memindahkan ibu kota Israel ke #Yerusalem pun tidak dihiraukan. Justru menantang semua negara yang menolak. Amerika merasa dibully dan dipermalukan dalam sidang ini.

Nikki Halley, Yang mewakili Amerika dalam sidang PBB, menolak tunduk pada keputusan Voting.

Bahkan di pidatonya yang mengatasnamakan pemerintah Amerika, dan juga di beberapa kicauannya di Twitter, ia menantang negara-negara yang menolak pemindahan tersebut.

Juga, menuduh negara-negara yang menolak keputusan #Trump sebagai orang-orang yang tidak tahu balas budi. Selama ini, mereka hanya memanfaatkan kebesaran Amerika untuk kepentingan mereka.

Keangkuhan Amerika

Trump pun mengancam negara-negara yang menolak keputusannya untuk memutuskan bantuan bagi mereka.

Sementara Nikki Halley, tetap nekad memperjuangkan sesuai keputusan Trump. Ia tidak peduli apa kata dunia.

Tentu melihat fakta ini, kita terkadang tertawa, dan juga geram, mungkin. Bagaimana tidak demikian, bukankah selama ini, Amerika menjadikan keputusan/kebijakan PBB untuk melegalkan pembunuhan terhadap setiap aktivis Islam dengan tuduhan terorisme?

Dengan restu PBB juga Amerika memboikot negara-negara muslim dan juga membunuh penduduknya, seperti Iraq, juga imarah islamiyah Afghanistan-Thaliban.

Kejadian ini semakin menguatkan keyakinan masyarakat dunia bahwa Amerika memang jahat, egois, angkuh, dan selalu terdepan membela kepentingan Yahudi-Israel.

Selain itu, dugaan masyarakat dunia dan keyakinan muslim bahwa PBB hanya alat hegemoni dan imperialisme modern negara-negara kuat seperti Amerika, terhadap negara-negara / kelompok-kelompok kecil, semakin menguat.

Di hadapan kemauan dan sikap keras kepala negara-negara besar, terutama pemilik hak veto (Amerika, Inggris, Cina, Rusia, & Perancis). PBB tidak mampu berbuat banyak. Bahkan, fakta membuktikan, PBB pada akhirnya merestui. Apalagi jika negara-negara ini menggunakan hak veto-nya. Bertambahlah ketidakberdayaan PBB.

Genosida dan penghancuran muslimin Suriah adalah fakta tak terbantahkan atas LEMAHNYA DAN MEMBEBEKNYA PBB kepada negara-negara adikuasa, pemilik hak veto. Padahal, kelima negara ini, selalu menghadang gerakan dan dakwah Islam.

Mirisnya, banyak negara-negara mayoritas muslim, penguasanya tunduk pada keputusan & program PBB. Indonesia contohnya, program PVE (Preventif Violence of Extremism) – Langkah Prevention Pencegahan Ektrimisme –  YANG dicanangkan oleh PBB, akhir 2015 lalu.

Indonesia, sebagai negara mayoritas muslim terbanyak di dunia, ikut mengamini program ini. Padahal menurut kajian sebagian akademisi dan para profesor Amerika menyimpulkan bahwa sejatinya program PVE ini adalah Perang Membumi Hanguskan Keyakinan Islam, terutama iman (Laa Ilaaha Illa Allah – – (لا اله الا الله) —

Sampai professor Kundnani, dari New York University, mengatakan, “Strategi Prevent menganggap keyakinan Islam sebagai masalah. Bagaimana mungkin Anda menerima uang dari menodai agama Anda.” (Jurnal Syamina, April 2016)

Jijiknya, sebagian ormas besar Islam di Indonesia, dan juga para da’i yang mengklaim dirinya sebagai representasi Ahlu Sunnah wal Jama’ah (salafi Jaamiyah) terlibat aktif mendukung program PBB, hasil bisikan Amerika ini.

Sudahlah umat Islam, jangan berharap banyak pada PBB, Jangan bersandar pada makhluk-makhluk yang lemah, apalagi terbukti melawan Islam, mereka lemah, dan bisa jadi akan mengantarkan kalian ke neraka.

Allah SWT berfirman

وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.” (Qs. Huud: 113)

Menolong orang dholim dalam kedzalimannya bisa menyebabkan neraka menyentuh kita. Bagaimana jika yang ditolong adalah orang kafir, dalam menghalangi dakwah Islam, tentu hukumannya jauh lebih dahsyat.

Sudah saatnya kita berharap hanya kepada Allah SWT, menyerahkan segala urusan kepada sang Pencipta. Dzat Yang Maha Hidup, Tidak Pernah Mati. Yang Menguasai Alam Semesta, Menghidupkan & Mematikan.

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ وَكَفَى بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا (58)

“Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.” (Qs. Al-Furqon: 58)

Sambil menapaki hidup ini, mencari takdir kemenangan Islam, kita bersabar menempuhnya. Jika seluruh potensi sudah dikerahkan untuk menolong agama Allah SWT, membela hamba-hamba-Nya, tempat dan negeri-negeri yang disucikan-Nya, maka yakinkan diri, sebentar lagi pertolongan dari Allah SWT, Dzat Yang Maha Kuasa segera tiba.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Qs. Muhammad: 7)

Ayo kawan kita tata hati, ilmu, akhlak, dan cita-cita, untuk meraih masa depan Islam yang gilang gemilang, untuk merengkuh ridho-Nya kelak di Jannah.

Semoga, saya, Anda dan keluarga kita menjadi salah satu penduduk surga – Nya. Aamiin ya Robbal Alamin.

أَلَا مُشَمِّرٌ لِلْجَنَّةِ , فَإِنَّ الْجَنَّةَ لَا خَطَرَ لَهَا , هِيَ وَرَبِّ الْكَعْبَةِ نُورٌ يَتَلَأْلَأُ , وَرَيْحَانَةٌ تَهْتَزُّ , وَقَصْرٌ مَشِيدٌ , وَنَهَرٌ مُطَّرِدٌ , وَفَاكِهَةٌ كَثِيرَةٌ , نَضِيجَةٌ وَزَوْجَةٌ , حَسْنَاءُ جَمِيلَةٌ , وَحُلَلٌ كَثِيرَةٌ فِي مَقَامٍ أَبَدًا

“Tidakkah kalian berlomba-lomba meraih surga?. Sesungguhnya (keindahan) surga tidak mampu dibayangkan. Sungguh, demi Pemilik Ka’bah (Allah SWT), surga itu cahaya yang berkemilau, (dipenuhi) semerbak wewangi, istana yang luas, sungai yang lebar terbentang, buah-buahan yang ranum, istri dan wanita-wanitanya maha jelita, hamparan perhiasan yang melimpah, di tempat yang abadi.” (HR. Abu Dawud)

Penulis : Mas’ud Izzul Mujahid

Editor : Anwar