Ancaman Besar, Tahun 2020 Syiah Akan Ciptakan Konflik di Indonesia Seperti Suriah

Pengamat gerakan Syiah, Ustadz Farid Ahmad Okbah
Pengamat gerakan Syiah, Ustadz Farid Ahmad Okbah

Jakarta (An-najah.net) – Pengamat gerakan Syiah, Ustadz Farid Ahmad Okbah menyampaikan kesaksian seorang mantan dai Syiah dihadapan anggota Komisi VIII DPR RI. Dai yang pernah lama mengenyam pendidikan di Iran tersebut menyatakan bahwa Syiah akan menciptakan konflik Indonesia pada tahun 2020, sebagaimana yang terjadi di Suriah.

Salah seorang dai Syiah yang lama belajar di Iran kembali ke paham Ahlussunnah Waljamaah setelah tersadar akan kesesatan paham tersebut. Kepada Ustadz Farid, ia menceritakan pengalamannya bagaimana dahulu ia turut menyebarkan paham Syiah.

“Dia menyebutkan beberapa daerah terpencil, di ujung Irian dan di ujung NTT,” kata Ustadz Farid, Rabu (04/02).

Selama menjalankan tugasnya sebagai dai Syiah, orang yang tak disebutkan namanya itu mengaku bahwa dia mendapatkan upah dari Iran. Dia mengaku mendapatkan gaji sebesar 5 juta sebulan, dari sebuah yayasan Iran.

“Jadi alumni-alumni Indonesia yang lulus di negara Iran itu ditugaskan untuk berdakwah di kampung-kampung di negeri Indonesia, dibiayai langsung oleh Yayasan Jahani,” imbuh Ustadz Farid.

Dai tersebut juga menyampaikan bahwa Syiah mempunyai rencana besar di Indonesia. Paham yang perkembangannya berpusat di Iran tersebut merencanakan akan menciptakan konflik di Indonesia, sebagimana terjadi di Suriah.

“Mereka (Syiah) punya langkah ke depan akan men’Suriah’kan Indonesia di 2020. Dan ini adalah ancaman besar, bukan hanya kepada umat Islam tapi juga bangsa Indonesa dan negara,” tandas ustadz Farid.

Syiah, lanjut Ustad Farid, juga berencana akan mengambil alih kekuasaan di Bahrain dan Kuwait pada tahun 2020. Sementara ini sudah ada empat negara Sunni yang telah di bawah kekuasaan Syiah, yaitu Iraq, Suriah, Lebanon dan Yaman.

Dukungan dan keterlibatan Iran juga tak dapat dibantah dalam pemberontakan kelompok Syiah di negara-negara yang hingga saat ini terus berlangsung konflik itu.(Anwar/kiblat/annajah)