Khutbah Jum’at : Apakah Indonesia Akan Ada Sampai Hari Kiamat?

Peta Indonesia
Peta Indonesia

An-Najah.net – Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Taala yang telah memberi berbagai nikmat kepada kita. Mulai dari nikmat kesehatan, kesempatan dan hingga nikmat paling besar, yakni nikmat Islam dan Iman.

Shalawat dan salam senantiasa terlimpahkan kepada nabi junjungan Muhammad SAWBeserta keluarganya, para sahabat, tabiin, tabiut tabiin dan para pengikutnya hingga akhir zaman nanti. Amma ba’du:

Maasyiral muslimin rahimakumullah

Mengharapkan negeri tempat yang kita bernaung di dalamnya menjadi negara yang kuat dan sejahtera, merupakan perkara yang lumrah. Karena hal tersebut sejalan dengan fitrah setiap manusia.

Namun, ketika ada yang memastikan akan kekekalannya, apa lagi diucapkan dengan nada yang sombong, tentu saja itu merupakan perkara yang mungkar. Karena bertentangan dengan sejarah, fakta dan aqidah.

Mari kita lihat sejarah bangsa-bangsa besar terdahulu. Yang mana mereka lebih hebat perekonomiannya, lebih dahsyat pertahanannya, dan lebih solid persatuannya.

Pemerintahan Fir’aun misalnya. Siapa yang tidak kenal dengan kehebatan negara yang dipimpin oleh Fir’aun. Di masanya, negara Fir’aun menjadi negara super power, yang terkenal dengan kehebatan pasukan perangnya.

Dalam Al-Qur’an, Fir’aun disebut sebagai Dzul Autad. Yaitu penguasa yang memiliki tentara yang banyak dan tangguh. Saking bangganya Fir’aun pada kekuatan bala tentaranya, dia sampai sesumbar, ana robbbukumul a’la (akulah tuhan kalian yang tertinggi).

Jangan bilang jika pemerintahan Fir’aun tidak bersatu. Justru pemerintahan Fir’aun terkenal dengan kesolidannya. Tidak ada partai oposisi di dalam kabinet Fir’aun. Semua pejabat dan rakyat tunduk pada titah Fir’aun.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah Taala

Apakah itu menjadi jaminan baginya, bahwa negaranya akan kekal hingga hari kiamat? Tentu saja tidak. Potensi kekuatan dan persatuan yang dimiliki oleh Fir’aun malah digunakan untuk memusuhi cahaya kebenaran.

Jika negara yang memiliki ketanguhan angkatan bersenjata seperti Fir’aun saja bisa runtuh, gara-gara bersatu melawan kebenaran, bagaimana dengan negara yang kekuatan alustitanya hanya bisa bertahan tidak lebih dari tiga hari?

Contoh lainnya adalah peradaban kaum ‘Aad. Mereka adalah manusia yang terkenal dengan keahliannya dalam bidang arsitektur. Mereka mampu menyulap tebing-tebing yang tinggi menjadi istana yang megah.

Kaum ‘Aad adalah kaumnya nabi Hud yang menempati wilayah Yaman hari ini. Kondisi tanahnya yang subur dan letak geografisnya di jalur perdagangan laut internasional, membuat mereka congkak dan menentang seruan kebenaran.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Diantara kebiasaan buruk mereka adalah suka menjilat penguasa yang dzolim. Hal ini tergambar dalaf Firman Allah dalam surah Hud: 59.

وَتِلْكَ عَادٌ ۖ جَحَدُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَعَصَوْا رُسُلَهُ وَاتَّبَعُوا أَمْرَ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ

“Dan itulah kaum ‘Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang kebenaran.”

Jangan bilang kaum ‘Aad tidak kompak. Justru kaum ‘Aad adalah kaum yang paling solid, kompak dan bersatu-padu. Apakah semua potensi tersebut menjadi jaminan kekekalan negeri mereka hingga hari kiamat? Tentu saja tidak.

Capaian kaum ‘Aad dalam bidang ekonomi dan arsitektur membuat mereka sesumbar, “Man asyaddu minnaa Quwwah” “Siapakah yang kekuatannya lebih hebat dari pada kami?” (QS. Fussilat: 15)

Jika kaum ‘Aad yang terkenal dengan kehebatan arsitekturnya dan kekuatan ekonominya saja bisa hancur lantaran bersatu melawan kebenaran, bagaimana dengan negara yang membangun infranstrukrurnya dari hasil utang luar negeri?

Fakta telah membuktikan, betapa banyak imperium-imperium yang dulunya merupakan raksasa bagi negara lainnya, kini mereka tinggal kenangan. Lihatlah imperium Persia, Romawi, Yunani, Mongol atau bahkan khilafah Islam.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah Taala

Dimana mereka sekarang? Jika Imperium besar yang telah berusia ribuan tahun saja bisa hancur, bagaimana dengan negara yang baru seumur jagung? Yang sebagian besar kebutuhan dasarnya disuplai dari hasil impor luar negeri?

Memastikan keberadaan negara bangsa sampai hari kiamat juga bertentangan dengan prinsip aqidah islamiah. Karena tidak ada satupun yang mengetahui perkara ghoib kecuali Allah. Tidak ada yang memastikannya kecuali politikus busuk dan penjilat.

Apakah Indonesia akan ada sampai hari kiamat? Pertanyaan itu tidak penting untuk dijawab. Karena bagi seorang mukmin, pertanyaan yang lebih penting untuk dijawab adalah dimanakah posisi Indonesia pada saat itu? Apakah bersama kebenaran atau bersama kebatilan.

Sidang shalat Jumat yang berbahagia

Persatuan menjadi tidak lagi penting, mana kala persatuan digunakan untuk membungkam kebenaran dan membala penista agama. Jangan sampai kita terjebak dengan jargon yang tidak jelas arah dan tujuannya. Yang menyebabkan kita menyesal di kemudian hari.

Satu-satu yang pasti adalah pemerintahan Khilafah Islamiyah ala minhaji Nubuwwah pasti akan kembali. Siapa yang memusuhinya, berarti ia melawan sunah rabbani. Tidak ada yang melawannya kecuali para pendukung partai setan.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Demikian khutbah yang kami sampaikan. Kebenarannya datang dari Allah. Jika ada salah, itu datang dari saya pribadi karena bisikan setan.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِاْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ

الرَّاحِمِيْنَ. وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Penulis : Sahlan Ahmad

Editor : Helmi Alfian