Apapun Yang Terjadi, Iran Siap Bantu Basyar Asad

New York (an-najah.net) – Nicholas Blanford menyatakan dalam sebuah laporannya kepada Surat kabar The Christian Science Montior bahwa pemerintah Iran telah menginvestasikan dana sebasar US $ 35 miliar demi kelangsungan hidup rezim Suriah, Selasa (28/4).

Blanford mengatakan Iran adalah elemen penting dalam menjaga kelangsungan hidup rezim Suriah Bashar al-Assad, selama perang saudara yang terjadi di Suriah empat tahun lalu. Ribuan tentara dan elemen Pengawal Revolusi Iran telah dikirim ke Suriah. Iran juga mengucurkan pinjaman miliaran dolar demi mendukung perekonomian rezim Suriah.

Dalam Laporan tertulis, “Meskipun dukungan yang diberikan oleh Iran maskmal, namun rezim Suriah hampir kehilangan basis mereka, karena gempuran pasukan oposisi Suriah, dalam serangkaian serangan militer bulan lalu.”

“Rezim menderita kekurangan tentara dan milisi, sehingga membuatnya lebih tergantung pada sekutu yang kuat dari Iran,” tambahnya.

Blanford menunjukkan bagaimana kuatnya hubungan para pejabat Iran dengan Suriah. di mana mereka melihat Suriah sebagai negara strategis yang penting, dan tampaknya mereka tidak bersedia untuk mempertimbangkan pilihan non-militer untuk mengalahkan opsi oposisi. Hingga membuat Blanford bertanya-tanya, sampai sejauh mana Iran -yang masih menderita beban sanksi-, mampu mendukung Assad?

Robert Ford, yang merupakan mantan duta besar AS di Damaskus mengatakan, “Iran dapat memberikan dukungan tambahan dari para pejuang, namun dengan berlalunya waktu, hal itu justru akan menguntungkan pasukan.” Ford yang menjabat sebagai duta besar di periode antara 2010-2014 menambahkan, “Ini tidak berarti kemenangan pasukan oposisi atas rezim.”

Blanford dalam catatannya bahwa ia percaya bahwa tentara rezim Suriah menderita kerugian antara 80 ribu sampai seratus ribu jiwa baik yang tewas maupun luka-luka selama perang empat tahun terakhir. Dan ini merupakan pukulan moral bagi negara dan militer.

Surat kabar tersebut melaporkan bahwa Iran membonceng Garda Revolusi Iran, gerakkan Hizbullah, milisi Syiah Irak, serta pejuang Syiah dari Afghanistan, untuk mengurangi kerugian.

“Iran membantu pembentukan 80 ribu elemen Angkatan Pertahanan Nasional. sebuah kekuatan yang mampu memberikan kesempatan bagi rezim Suriah untuk bernapas. Namun perlu dicatat, elemen tersebut belum memiliki efisiensi dalam operasi, dan tidak bisa melancarkan serangan di berbagai bidang,” tambahnya.

Mantan perwira Suriah mengatakan, “Assad tidak memiliki jumlah tentara yang cukup untuk meraih kemenangan, sementara untuk melawan keberanian mujahiddin dibutuhkan 200-300 ribu tentara. Assad harus bisa meyakinkan orang tua agar mau mengirim anak-anak mereka ke medan peperangan, tetapi untuk apa ayah atau ibu Sunni mengirim anak mereka untuk mati bagi Bashar Assad?”

 

(Ahsan/an-najah)