Atas Nama Perang Melawan Terorisme, (Catatan Ringan Atas Kematian Siyono –Terduka Teroris Klaten-)*

Hasil Investigasi Kematian Siyono
Hasil Investigasi Kematian Siyono
Hasil Investigasi Kematian Siyono

An-Najah.net– Atas nama perang melawan terorisme, tindakan sadis aparat membunuh dengan sadis anak negeri ini. Siyono sang imam yang ditangkap oleh densus 88 saat berdzikir seusai Shalat maghrib di masjid dekat rumah nya.

Kini anak bangsa yang berprestasi itu dikabarkan meninggal saat diperiksa aparat. Padahal anak bangsa yang juara sejak muda ini ditangkap dalam keadaan sehat wal afiyat.

Atas nama perang melawan terorisme, seorang terduga teroris ditembak di sebuah masjid di Sulawesi beberapa waktu silam. Atas nama perang melawan terorisme, anak anak TK islam milik Muhammadiyah terteror oleh tindakan densus 88 yang mwnggeledah sekolah mereka saat jam belajar.

Atas nama perang melawan terorisme, praduga tak bersalah tak berlaku bagi anak-anak di negeri ini. Atas nama perang melawan terorisme, HAM tidak lagi menjadi bahan yang dipertimbangkan dalam menembak terduga teroris.

Atas nama perang melawan terorisme, seorang anak negeri yang malang di tembak aparat saat shalat di Dompu. Atas nama perang melawan terorisme, alQuran, kitab suci umat Islam, kitab suci yang menginspirasi para pahlawan negeri ini untuk mengusir penjajahan, ya Alquran itu menjadi Barang Bukti terorisme.

Kadang aku bertanya, siapakah mereka yang menjadi pasukan anti terorisme itu?, Sebagai rakyat yang mencintai negeri ini, mencintai rakyat ini, saya kadang bertanya: siapa yang memiliki proyek perang melawan terorisme ini.

Kadang saya bertanya, wahai para pejabat negeri ini, pak Presiden, pak Kapolri, kenapa OPM Papua yang jelas-jelas membunuh tentara, membakar pos tentara, kenapa tidak kau sebut teroris?

Wahai pejabat yang diangkat oleh rakyat ini, digaji dengan pajak rakyat jelata, kenapa RMS Maluku, yang jelas jelas mengibarkan bendera selain merah putih, tdk kau Anggap teroris.

Wahai pejabat, wahai aparat, kenapa kau bunuh anak negerimu, tanpa engkau buktikan kejahatannya di pengadilan.

Hari ini anak negeri dari desa terpencil Suyiono, meninggal dunia saat pemeriksaan. Entah besok siapa lagi?

Bahkan orang kampung nya pun tak tahu kesalahannya. Rasanya menjadi muslim di negeri ini, sangat tertekan, terteror, negeri yang dimerdekakan oleh para Kiyai dan Ulama, mencari kedamaian hidup sebagai seorang muslim yang taat di sini, hampir mustahil.

Khawatir suatu saat, moncong senjata densus mendoorr dan menembak ke arah muslim yang taat itu. Semoga Allah menjaga negeri ini dari kejahatan orang-orang munafik, tamak yang menggadaikan ketaatan nya kepada orang asing.* (Akrom Syahid, Jurnalis Media Islam An-Najah)

 

*Makalah ini ditulis enam jam sebelum penguburan jenazah Siyono. Berdasar pemberitaan saat itu, tidak terkait dengan perkembangan informasi setelah itu.