Bakhil Derita Abadi Dunia Akhirat

Fitnah harta
Fitnah harta

An-najah.net – Dimata masyarakat awam harta dijadikan barometer mulia dan tidaknya seseorang. Bahkan, sampai-sampai untuk mendapatkan harta itu kadang suka menghalalkan segala cara. Padahal Islam merupakan agama yang universal mengatur seluruh perbuatan manusia. Terkhusus masalah harta didalam agama Islam sudah mengaturnya. Standar manusia mulia dan tidaknya bukan harta namun taqwa kepada Allah Swt.
Harta adalah amanah dari Allah Swt. Persoalan harta besok diakhirat akan ditanyakan dua perkara; pertama, darimana harta itu diperoleh dan kedua, harta itu digunakan untuk apa.
Didalam membelanjakan harta manusia digolongakan menjadi dua golongan; manusia yang dermawan dan manusia yang kikir.
Allah Swt memuji manusia yang dermawan. Dalam arti ia suka membelanjakan hartanya dijalan Allah swt. Allah berfirman :
“Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (Qs. Al Hasyr : 16)
Disamping itu, Allah Swt mencela manusia yang bakhil dalam membelanjakan hartanya. Allah Swt berfirman;
“Adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup. Juga mendustakan dengan apa-apa yang baik (keterangan agama dan lain-lain). Maka kami memudahkan untuknya dalam menempuh jalan kesukaran dan akhirnya menuju ke neraka. Hartanya tidak akan berguna untuknya apabila ia telah jatuh. (Qs. Al Lail : 8 – 11)
Derita Bakhil
Manusia yang bakhil akan mengakibatkan penderitaan kepada diri sendiri baik didunia dan akhirat. Pertama, Manusia yang bakhil tak akan pernah merasakan kelapangan hati atau puas hatinya. Bahkan dia akan haus terus untuk mengejar dunia. Ibarat orang yang meminum air laut yang tidak bisa menghilangkan rasa dahaga.
kedua, Manusia yang bakhil akan tidak memiliki teman dan akan mengakibatkan renggangnya kekerabatan. Rasulullah bersabda :
“Jauhilah oleh kalian sifat kikir, karena sifat kikir itulah yang membinasakan orang-orang sebelum kalian. Sifat kikir menyuruh mereka berbuat zholim, maka mereka berbuat zholim. kikir menyuruh mereka memutus kekerabatan, mereka memutusnya. (HR. Abu Dawud)
Ketiga, Manusia yang bakhil akan menjadikan mereka miskin pahala kebaikan.
Manusia yang bakhil akan berat untuk berusaha membantu kepada saudaranya. Bahkan, ketika dirinya sendiri sakit pun ia berat untuk mengeluarkan hartanya untuk berobat.
Bakhil ini merupakan suatu penyakit. Maka sudah selayaknya penyakit ini harus diobati. Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, Allah pula telah menurunkan obatnya.
Adapun obat dari penyakit bakhil adalah pertama, hendaknya diyakini bahwa harta itu merupakan amanah dari Allah swt. Kedua, ketika seseorang punya harta hendaknya ia senantiasa bersyukur dengan cara digunakan dalam jalan Allah swt. Ketiga, menghadirkan kesadaran untuk suka bershodaqah. Keempat, meyakini apa yang dishodaqohkan itu tidak akan hilang bahkan akan berlipat ganda. Kelima, mewaspadai dari godaan syaitan yang senantiasa menyuruh untuk bakhil. Keenam. selalu menggunakan senjata doa agar terhindar dari sifat bakhil ini. (Anwar/annajah)