Bani Israil, Potret Pemimpin yang Gagal

Bani Israil
Bani Israil

An-Najah.net – Allah Swt banyak menyebutkan kisah-kisah dalam Al Qur’an bukan tanpa tujuan. Akan tetapi, ada sebuah tujuan yang bisa diambil pelajaran bagi ummat akhir zaman ini. Kisah bani Israil banyak diungkap dalam surat Al Baqarah.

Allah Swt ingin menjelaskan bagaimana kegagalan bani Israil dalam memimpin dunia ini. Rangkaian kisah ini diawali dengan ayat 40 yang berbunyi,

“Hai bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-ku niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu, dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).” (Qs. Al Baqarah : 40).

Dalam ayat ini Allah berseru kepada bani israil, “Ingatlah akan nikmat-Ku”. Ini seakan-akan memberi penegasan bahwa tanggung jawab pertama bagi setiap umat adalah mengingat nikmat Allah Swt.

Nikmat kepada Bani Israil

Allah Swt menyebutkan beberapa contoh nikmat yang dianugerahkan kepada mereka. Diantara nikmat-nikmat itu adalah;

Pertama, Diselamatkan dari pengejaran Fir’aun

Allah Swt berfirman,

وَإِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَأَنْجَيْنَاكُمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ

“Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan”. (Qs. Al Baqarah : 50)

Kedua, Diterima taubatnya ketika melakukan dosa menyembar anak sapi

Allah Swt berfirman :

ثُمَّ عَفَوْنَا عَنْكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur:. (Qs. Al Baqarah : 52)

Ketiga, Diberi makanan manna wa salwa

Allah Swt berfirman :

وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ وَأَنْزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَىٰ ۖ كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ۖ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

“Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu “manna” dan “salwa”. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu; dan tidaklah mereka menganiaya Kami; akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (Qs. Al Baqarah : 57)

Ayat-ayat diatas berbicara tentang berbagai nikmat yang diberikan kepada bani Israil, kemudian menerangkan kesalahan mereka. Semua ini dimaksudkan agar kita tersadar tidak melakukan kesalahan serupa.

Kesalahan Bani Israil

Kesalahan Bani Israil mulai disebutkan dalam ayat 55,

وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَىٰ لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ

“Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya”.(Qs. Al Baqarah : 55).

Ayat ini menjelaskan bahwa Bani Israil penganut paham materialisme. Kesalahan besarnya adalah kezhaliman yang mereka lakukan sebagai akibat ketidak percayaan mereka kecuali dengan apa yag terlihat oleh kasat mata.

Kesalahan mereka mengingatkan kita pada sifat pertama orang bertaqwa yang disebutkan dipermulaan surat.

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ

(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, ….. (Qs. Al Baqarah : 3)

Selanjutnya banyak ayat bercerita tentang bani Israil serta kedurhakaan yang mereka perbuat, seperti membunuh para nabi, dosa-dosa mereka, kekafiran terhadap ayat-ayat Allah, rencana busuk ashabus sabt (orang-orang yang melakukan pelanggaran pada hari sabtu), tipu daya mereka terhadap ayat-ayat Allah, hingga kepada inti ayat dalam surat al baqarah, kisah sapi betina.

Hikmah dari kisah ini adalah agar kaum mukminin tidak menyerupai bani Israil. Karena mereka bangsa yang terkenal suka membangkang kepada Allah dan rasul-Nya. Bahkan Allah mengingatkan kita, mereka termasuk bangsa dimurkai Allah Swt.

Penulis : Anwar Ihsanuddin S.Pd

Editor : Abu Khalid