Basyar Asad Berterima Kasih kepada Putin Atas Dukungan Terhadap Rezim Suriah

RUSSIA – Presiden Suriah Basyar Asad menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas dukungannya terhadap Suriah. Terutama tentang pembelaan dalam hal rencana aksi militer Amerika Serikat. Ucapan terima kasih itu disampaikan oleh Menteri Luar NegeriSuriah Walid Al-Muallim dalam pertemuan dengan para pejabat tinggi Rusia di Moskow, Rusia.

“Presiden meminta saya untuk menyampaikan terima kasihnya pada Putin atas sikapnya selama dan setelah KTT G20 di Saint Petersburg pekan lalu.” kata Walid Al-Muallim dalam pertemuan dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov. Lavrov pun meyakinkan Menlu Suriah tersebut bahwa, Russia akan terus memihak kepada Rezim Basyar Asad dan tidak akan berubah.

Russia merupakan salah satu negara sekutu Suriah. Russia bersama Iran menentang keras rencana operasi militer AS terhadap Suriah. Bahkan saat KTT G20, Putin bertekad akan membantu Suriah jika jadi diserang AS. Saat ini, Russia telah menempatkan salah satu kapal perangnya di perairan Suriah. Langkah tersebut diambil seiring perkembangan isu Suriah yang kian memanas.

Sementara itu, Presiden Bashar al-Assad nyatakan tidak gentar dengan rencana Barat menyerang Suriah. Ia justru balik mengancam akan menindak AS.

Pernyataan itu dikeluarkannya saat diwawancara jaringan televisi Amerika Serikat (AS), CBS, di Damaskus, Minggu (8/9), menanggapi rencana serangan militer Negeri Paman Sam.
Dalam sebuah video yang ditayangkan Senin (9/9), al-Assad menegaskan bahwa segala aksi militer ke Suriah akan menuai konsekuensi serius. Dia memperingat akan balik menyerang AS dan sekutunya dengan semua kekuatan dan sumber daya yang dimiliki pemerintahnya, termasuk dengan batuan negara-negara yang selama ini berada di belakang Suriah.  [an-najah/faris]