Bencana Alam

Waspadai Qodariyah Modern Dalam Memahami Bencana Alam

An-Najah.net –  Saat ini bencana datang silih berganti. Bagaimanakah umat islam menyikapinya. Rasulullah Saw pernah mengingatkan kepada umatnya. Dari Ibnu Umar ra, Rasulullah ra bersabda:

يَكُونُ فِي هَذِهِ الأُمَّةِ أَوْ فِي أُمَّتِي خَسْفٌ أَوْ مَسْخٌ أَوْ قَذْفٌ فِي أَهْلِ القَدَرِ

Akan terjadi pada umat ini atau pada umatku pembenaman ke dalam bumi, pengubahan bentuk fisik, atau hujan batu di kalangan orang-orang Qadariyah. (HR. At-Tirmidzi: 2027)

Qadariyyah adalah kelompok yang meyakini bahwa Allah tidaklah mengetahui dan menetapkan takdir sesuatu yang akan terjadi di masa yang akan datang. Singkatnya mereka adalah kaum anti takdir. Lawan mereka adalah Jabariah, kaum pasrah yang menggambarkan manusia tanpa daya, bagai selembar bulu yang ditiup angin. Semua yang terjadi pada manusia sepenuhnya wewenang sang Pencipta tanpa ada campur tangan sedikitpun dari hamba.

Para ulama menyebutkan bahwa qadariyyah asli yang muncul pada masa Ibnu ‘Umar telah terkubur. Syaikh Ibrahim Ar Ruhaily mengatakan, “Kelompok qadariyah telah habis masanya. Tetapi mu’tazilah telah menumbuhkan kembali pemahaman pemahaman qadariyah, menjabarkannya, dan berpanjang lebar membahasnya. Oleh karena itu, bisa kita katakan bahwa mu’tazilah adalah pewaris qadariyah. Sehingga mu’tazilah disebut juga qadariyah

Baca Juga : Khutbah Jum’at, sebab-seban kehancuran suatu negeri 

Antara Mu’tazilah dan Kaum Liberal

Kaum Mu’tazilah atau Qadariyah dikenal sebagai kelompok yang mendahulukan rasio daripada dalil naqli. Dalam pandangan mereka akal lebih kuat dari wahyu. Dalil naqli yang tidak masuk akal akan ditolaknya. Dari sisi ini ada keserupaan antara Mu’tazilah dengan kaum Liberal.

Namun ada perbedaan mendasar antara kaum Mu’tazilah generasi awal dengan kaum Liberal hari ini. Walau generasi Mu’tazilah awal melakukan banyak kesalahan dan penyimpangan berfikir, namun hal itu berangkat dari semangat mereka dalam memahami Islam dan mendakwahkannya. Niat mereka baik, mereka tidak benci dengan syariat Islam. Keterbatasan ilmu lah yang menyebabkan mereka terjerumus pada penyimpangan.

Sementara kaum Liberal hari ini, melakukan propaganda dan menyebarkan kesesatan mereka berangkat dari islamophobi, anti syari’at, lebih cinta kepada kekufuran dan pemeluknya, benci kepada ajaran Islam serta pendukungnya. Karenanya kaum Liberal hari ini jauh lebih sesat dari generasi awal Mu’tazilah.

Baca Juga : Liberalisme Islam, Penistaan terhadap Islam 

Bencana Alam Dalam Pandangan Manusia

Secara umum, ada tiga kelompok pemikiran manusia dalam menyikapi berbagai peristiwa alam maupun kejadian sehari hari yang menimpa dirinya.

Pertama, masyarakat primitif, terbelakang, jauh dari modernitas

Berbagai kejadian alam selalu ditafsirkan dengan hal-hal klenik, takhayul dan khurafat. Seperti masyakat musyrik Arab sebelum kedatangan Islam atau kaum kejawen.

Banjir bandang, tsunami, erupsi, gempa bumi, ditafsirkan bahwa sang dewa murka. Gerhana matahari dan bulan ditafsirkan bahwa sang betoro kolo marah. Karenanya respon mereka pun tidak jauh dari hal klenik; sesajen berupa dupa, potong kepala kerbau, sedekah laut dll yang kesemuanya lebih dekat kepada ritual syirik.

Kedua, kaum beriman

Mereka paham betul dengan kalimat tauhid Laa ilaha Illallah yang mengandung konsekwesi iman, ibadah, akhlak, termasuk konsekwensi pemikiran dan peradaban. Tidak ada satupun peristiwa yang terjadi melainkan memiliki kaitan dengan keimanan terhadap kalimat tauhid.

Tanpa mengabaikan akal dan meninggalkan hal hal rasional, mereka tetap meyakini bahwa semua yang terjadi adalah ketetapan Allah Ta’ala yang Mahakuasa. Dalam menyikapi bencana alam misalnya, mereka tetap menempuh sebab untuk bisa menyelamatkan diri atau melakukan antisipasi. Namun hati dan jiwa mereka tetap bersandar sepenuhnya kepada Allah Ta’ala.

Jalan yang mereka tempuh tetap rasional, namun tetap memperbanyak istighfar dan bertaubat kepada Allah Ta’ala. Muhasabah atas kelalaian, kedzaliman, dosa dan maksiat selalu mereka lakukan, saat yang sama mereka juga menempuh jalan (mengambil sebab kauniyah) untuk menyelamatkan diri.

Ketiga, kaum Liberal pemuja akal

Berbagai kejadian alam selalu ditafsirkan secara ‘sok ilmiah’. Tidak ada campur tangan dalil. Tidak perlu muhasabah atas dosa dan maksiat. Bahkan di tengah bencana dan musibah, cuitan dan komentar mereka sangat nyinyir dan pedas.

Saat datang peringatan dan nasehat, mereka tolak dengan alasan tidak logis. Peristiwa apapun yang terkait dengan bencana alam, sama sekali tidak menggugah mereka untuk sadar dan kembali ke jalan yang benar. Ayat ayat yang menceritakan tentang kisah umat terdahulu yang dihancurkan (karena dosa dan maksiat), mereka tafsirkan dengan metodologi yang sok ilmiah.

Inilah yang sekarang mendominasi pemikiran sebagian besar masyarakat dunia. Sejak revolusi industri dimulai dan Barat menjadi pemegang teknologi dan sains, maka pemikiran liberal lah yang menjadi ruh dan nafas peradaban ini.

Sains liberal, itulah yang menjadi peradaban dunia modern sekarang. Mereka menolak campur tangan takdir dalam semua kejadian alam. Inilah kaum qadariyah modern, kaum liberal pemuja akal yang anti takdir. Kita sangat khawatir jika dominasi pemikiran mereka menjadi sebab datangnya banyak bencana dan musibah. Rasulullah saw bersabda, “Akan terjadi pada umat ini atau pada umatku pembenaman ke dalam bumi, pengubahan bentuk fisik, atau hujan batu di kalangan orang-orang Qadariyah.(HR. At-Tirmidzi: 2027) Wallahu Ta’ala ‘Alam

Sumber : Majalah An-Najah Edisi 170 Rubrik Akhir Zaman

Penulis : Abu Fatiah Al Adnani

Editor : Anwar

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.