Berawal dari Penyimpangan Akidah dan Ibadah

Dukun Potret Kesyirikan
Dukun Potret Kesyirikan
Dukun Potret Kesyirikan
Dukun Potret Kesyirikan

An-najah.net – Penyimpangan dalam akidah dan ibadah adalah faktor utama penyimpangan pergerakan atau organisasi Islam. Penyimpangan ini bisa ditandai dengan ketidak-jelasan manhaj yang ditempuh, dan bahu-membahu dengan orang kafir dalam memusuhi Islam dan umatnya.

Sejarah telah mencatat banyak bukti tentang ini. Salah satunya, penyimpangan akidah sekte Syi’ah, adalah faktor dominan yang menyebankan mereka bekerja sama dengan  orang-orang kafir dalam menumpahkan darah umat Islam.

Seperti pada tahun 331 H, orang-orang Syi’ah bekerja sama dengan Tozon –salah satu panglima Tartar- dalam memerangi umat Islam di Baghdad. Ibnu Katsier rhm menuturkan kejadian ini, “Pada tahun ini (331 H), banyak sekali orang-orang Syi’ah di Baghdad. Yel-yel yang sering dikumandangkan, ‘siapa yang berani menyebut seorang sahabat dengan panggilan yang buruk maka ia akan mendapatkan perlingungan.”

Mereka juga membunuh Perdana Menteri Nidzomul Muluk, yaitu melalui seorang pemuda Syi’ah yang pura-pura meminta sumbangan ke rumah Nidzomul Muluk, saat beliau mengulurkan tangan memberikan bantuan, pemuda Syi’ah tersebut menusuknya hingga meninggal.

Di tahun 498 H, mereka membantai jama’ah haji dari Khurasan dan India, pada waktu sahur di kota Rayy. Beberapa hari sebelumnya, mereka membunuh Abu Ja’far bin Al-Masyat, salah satu imam madzhab syafi’i pada zaman itu. Juga membunuh, Khalifah Abbasiyah, al-Mustarsyid billah. Raja Damaskus, Buri bin Tigtikin juga meninggal di tangan Syi’ah. Imam An-Naisaburi dan al-Harawi, meninggal setelah ditusuk oleh orang-orang Syi’ah.

Pernah ada seorang muslim di Mesir dibunuh oleh orang-orang Syi’ah. Lalu mayatnya diarak-arak keliling kota. Sebabnya, mereka memergoki lelaki itu membaca kitab hadits al-Muwatho’, karya Imam Malik.

Tidak mungkin menghitung satu-persatu kekejaman Syi’ah di lembaran ini. Syaikh DR. Muhammad Abdah, telah membahasnya dengan baik dalam bukunya, ‘Akankah Sejarah Terulang.’

Kelak, penyimpangan akidah, ibadah dan kekejaman Syi’ah terhadap umat Islam ini, terulangi pada masa kekuasaan Ayatullah Khumaini di Iran dan Hasan Nasrullah bersama Hizbullah-nya di Lebanon.

Demikian juga yang terjadi di India pada masa penjajahan Inggris. Sekte Ahmadiyah yang sangat jauh menyimpang dalam akidah dan praktek ibadah, menjadi tangan kanan Inggris menghadang jihad umat Islam. Berbagai syubhat untuk menghalangi laju dakwah Islam dikarang, seperti; jihad tidak ada hingga ada izin dari imam atau hingga kemunculan Imam Mahdi.

Pun demikian dengan ormas dan jama’ah Islam di berbagai belahan dunia hari ini, termasuk di persada nusantara, penyimpangan akidah dan ibadah pada diri mereka, menyebabkan mereka mudah dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam untuk memerangi Islam.

Sama seperti sekte-sekte sesat sebelumnya, untuk melegitimasi kedzoliman orang kafir atas umat Islam, ormas dan jama’ah tersebut menciptakan berbagai macam syubhat. Seperti menuduh para da’i dan ulama yang tegas menentang kebid’ahan, kesyirikan dan kedzoliman orang-orang kafir serta antek-anteknya dari kalangan penguasa lalim, dengan khawarij, atau salafi wahabi. Tuduhan terakhir ini, sekarang lagi popular.

Sumber : Majalah An-Najah Edisi 76 Rubrik Tema Utama

Penulis : Akram Syahid

Editor : Anwar