Berhati-hati Cara Untuk Selamat

Berhati-hati
Berhati-hati

Barang siapa mendekati fitnah maka akan dijauhkan dari keselamatan. Barang siapa yang mengaku sabar, maka akan kecil dalam berikhtiar. Yang paling penting untuk dipegang sesungguhnya adalah lidah dan mata.

Berhati-hatilah! Janganlah anda menyangka telah meninggalkan hawa nafsu sementara anda terus mendekati fitnah. Sesungguhnya jerat-jerat nafsu amatlah beragam. Betapa banyaknya manusia pemberani di medan tempur yang mati terbunuh musuh yang sama sekali tidak diperhitungkan.

Simaklah perkataan Hamzah kepada Wahshi: “Berlaku cermatlah janganlah engkau lihat kemana kilat itu menyambar. Kilat itu mungkin hanyalah tipuan belaka. Pejamkanlah matamu, engkau akan selamat dari marabahaya. Engkau akan dapatkan dan peroleh pahala. Petaka kaum muda adalah larut dalam nafsunya, awal baru nafsu adalah dalam tatapan mata.” Wallahu Ta’ala ‘Alam

 

Sumber: Ibnu al-Jauzi, Shaidul Khatir, Maghfirah Pustaka: cet. VI, hal. 4

Editor  : Ibnu Alatas