Berpuasa Tapi Tidak Shalat

Puasa Tapi Tidak Mengerjakan Sholat
Puasa Tapi Tidak Mengerjakan Sholat

An-Najah.net – Bagaimanakah bagi seorang Muslim yang berpuasa (Ramadhan), tetapi dia meninggalkan shalat wajibnya? Yang menjadi pertanyaan, apakah diterima puasanya?

Shalat merupakan ibadah pokok dalam Islam bahkan menjadi pondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Hukkumnya pun bisa wajib, sunnah, atau mubah bila sudah terpenuhi persyaratannya. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa shalat ialah amalan pertama yang dilihat (hisab) Allah di hari akhirat kelak (HR. At-Turmudzi 305)

Tidak sedikit kita saksikan di tengah-tengah kaum muslimin, ketika menjalani puasa, masih ada saja yang meninggalkan shalat. Mereka sangka bahwa shalat dan puasa adalah ibadah tersendiri. Jika salah satu ditinggalkan, maka dikira tidak berpengaruh pada yang lainnya. Padalah kedua amalan itu saling berkaitan

Meninggalkan Shalat Wajib

Bukankah kita pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda,

«إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ»

“Perbedaan antara seseorang dengan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat’,” (HR. Muslim 82)

Dilain kesempatan Rasulullah juga pernah bersabda,

مَنْ تَرَكَ صَلاةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

“Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya.” (HR. Al-Bukhari, 533)

Maksud dari kalimat habitho ‘amaluh tidak mendapatkan pahala sama sekali. Baik meninggalkannya atau mengakhirkannya. Bahkan Nuruddin al-Qori dalam bukunya Mirqotul Mafatih Syarhu Maskatul Mashobih (Jilid 2 hal. 529) menjelaskan semua pahalanya pada waktu itu terhapus.

Mengenai hadits di atas (meninggalkan shalat asar) Ibnu Qayyim menjelaskan bentuk ‘At-Tarku’ meninggalkan itu ada dua: meninggalkan secara keseluruhan, tidak pernah shalat sama sekali. Bentuk ‘meninggalkan’ jenis ini berkonsekwensi pada kesia-siaan seluruh amalannya (termasuk berpuasa).

Kemudian bentuk yang kedua, meninggalkan pada bagian atau waktu tertentu saja. Bentuk ‘meninggalkan’ jenis ini berkonsekwensi pada kesia-siaan amal hanya pada hari itu saja. (Ibnu Qoyyim, Ash-Shalatu Wa Ahkamu Tarikuha, jilid 1, hal. 64)

Lalu bagaimana jika orang yang melaksanakan shaum namun ia tidak shalat? Menurut Syaikh bin Bazz berpendapat, orang yang meninggalkan shalat kerena sengaja maka dia telah kufur. Dan dengan demikian puasa dan segala amalannya tidak sah sampai dia bertaubat. (Abdul Aziz bin Bazz, Majmu’ Fatawa Wa Maqolat Mutanawwi’ah, Kitab Shiyam, jilid 15, hal. 176-177)

Oleh sebab itu shalat dan tunaikanlah puasa. Adapun jika engkau puasa namun tidak shalat, amalan puasamu akan tertolak karena orang kafir (karena sebab meninggalkan shalat) tidak diterima ibadah dari dirinya.(Syaikh Utsaimin, Majmu’ Fatawa wa Rosail, jilid 19, hal. 87)

Orang yang shaum namun tidak shalat bagaikan debu yang mengebul. Alangkah lebih baiknya jika shaum dan shalat kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan tidak meninggalkan keduanya.

Shalat Dan Puasa Hanya Di Bulan Ramadhan

Namun bagaimana hukumnya bila seseorang menjaga puasa dan shalat di bulan Ramadhan saja, akan tetapi setelah selesai Ramadhan tidak shalat lagi. Apakah dia mendapatkan (pahala) puasa?

Perlu diketahui, shalat adalah salah satu rukun Islam. Ia termasuk rukun yang terpenting setelah dua kalimat syahadat, dan termasuk fardu ain (kewajiban setiap individu). Barangsiapa meninggalkannya karena membangkang atau meninggalkan karena menganggap remeh dan malas, maka dia telah kafir. Sementara orang yang berpuasa di bulan ramadan dan shalat hanya di bulan Ramadan, maka dia telah menipu Allah. Alangkah buruknya  suatu kaum yang mengenal Allah Ta’ala hanya di bulan Ramadhan saja. Maka puasanya tidak sah dengan meninggalkan shalat di selain Ramadhan. Bahkan mereka kafir besar (keluar dari Islam) meskipun tidak menentang akan kewajiban shalat menurut pendapat terkuat diri kalangan para ulama. (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, jilid 10, hal 140, no. 102)

Dengan demikian, hendaknya setiap Muslim selalu menjaga dan melaksanakan seluruh amal ibadah yang hukumnya wajib tanpa tebang pilih, agar seluruh amal ibadah yang ia kerjakan diterima oleh Allah Ta’ala. Apalagi sekarang adalah bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan. Bagi masyarakat Muslim yang masih masih terbiasa meninggalkan shalat, hendaknya segera bertaubat kepada Allah Ta’ala. Sebab, meskipun rajin puasa tapi tidak shalat, amalan puasa yang dilakukan hanyalah sia-sia. Wallahu a’lam

Penulis: Ibnu JIhad
Editor: Abu Mazaya