Bertanya, Obat Kebodohan

Bertanya obat kebodohan
Bertanya obat kebodohan

An-Najah.net – Sungguh obat dari penyakit kebodohan adalah bertanya. Cara cepat dan termudah mengetahui suatu perkara adalah bertanya. Bertanya kepada seseorang yang mengetahui seluk beluk permasalahan. Jangan sampai kita bertanya resep obat kepada ahli besi atau bertanya resep makanan kepada dokter gigi. Kita akan menyesal bahkan tersesat saat menjalani kehidupan di dunia ini.

Baca juga: Khutbah Jumat, Ketika Ilmu menjadi Langka dan Kebodohan Meralalela

Dalam permasalahan duniawi saja dianjurkan bertanya jika tidak tau, apalagi dalam perkara ukhrawi yang sudah pasti akan dipertanggungjawabkan segala aktifitas kita. Baik prilaku, perbuatan, ucapan bahkan akal pikiran, semuanya akan disoal dan dipertanyakan.

Allah Ta’ala berfirman,

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Bertanyalah kepada ahli ilmu apabila kalian tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43)

Kebodohan Sumber Penyakit

Kebodohan adalah penyakit yang meliputi segala jenis penyakit hati, rohani, jasmam dengan segala macam penawarnya. Nabi Muhammad Saw menganggap kebodohan itu sebagai penyakit, sedangkan obatnya adalah bertanya kepada para ulama.

Imam Ahmad dalam sunan-nya meriwayatkan. Dari Jabir bin Abdillah bahwa ia berkata, “Kami pemah keluar dalam sebuah perjalanan, lalu salah seorang di antara kami tertimpa batu sehingga kepalanya memar.

Ketika ia tidur, ia bermimpi basah. la bertanya kepada para sahabat: “Apakah kalian menemukan adanya keringanan (rukhshah) bagi kamj untuk hanya bertayamum saja?” Mereka menjawab: “Kami tidak mendapatkan adanya rukhsah bagimu karena engkau bisa mendapatkan air.”

Lalu sahabat yang terluka itu mandi dan akhimya meninggal. Ketika kami telah sampai di hadapan Nabi Muhammad Saw, dikabarkanlah kepada beliau tentang kejadian itu. Beliau kemudian bersabda,

قَتَلُوهُ قَتَلَهُمُ الله أَلاَ سَأَلُوا إِذَا لَم يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شِفَاءُ العَيِّ السُّؤَال إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيهِ أَنْ يَتَيَمَّمَ

Mereka telah “membunuh”nya. Semoga Allah Ta’ala mengutuk mereka. Mengapa mereka tidak mau bertanya jika memang tidak tahu? Sesungguhnya obat dari kelemahan (kebodohan) itu adalah bertanya. Cukuplah baginya bertayamum“. (HR. Ahmad: 336)

Kisah di atas menggambarkan begitu urgennya bertanya dalam suatu perkara jika kita tidak mengetahuinya. Jangan sampai kebodohan kita mencelakakan diri kita sendiri atau orang lain. Jangan malu bertanya jika memang tidak tau. Sungguh obat dari penyakit kebodohan adalah bertanya. Wallahu Ta’ala ‘Alam [] Ibnu Alatas