Biksu Larang Siswi Muslimah Kenakan Jilbab

101558-INNERRESIZED600-600-Muslim-schoolgirls

Naypyidaw (an-najah.net) – Kelompok biksu Buddha di Myanmar mengusulkan untuk melarang siswi Muslim mengenakan jilbab, sebauh usulan yang menambah ketegangan antar umat beragama di negeri Myanmar, Senin (23/6).

Sebuah kelompok Biksu dikenal secara lokal dengan singkatan Ma Ba Tha, mengatakan jilbab itu “tidak sejalan dengan disiplin sekolah.”

Ma Ba Tha hadir bersamaan dengan konferensi di Rangoon selama akhir pekan. Lebih dari 1.300 biksu dari biara-biara di seluruh negeri berkumpul untuk mendiskusikan rencana untuk mempromosikan agenda nasionalis sebagai negara yang memimimpun dalam pemilu penting tahun ini.

Dalam sebuah laporan di Guaridan, Ma Ba Tha menyiapkan daftar rekomendasi, dan telah mengatakan kepada anggotanya untuk melobi pemerintah untuk menempatkan pembatasan lebih lanjut tentang Muslim di negara itu, dan termasuk referensi untuk memakai jilbab.

Salah seorang anggota Ma Ba Tha biksu U Pamaukkha mengatakan: “Ketika mereka [Muslim] tinggal di Myanmar, mereka harus mematuhi hukum dan peraturan negara. Kami tidak menargetkan atau menyerang agama mereka.”

“Kami serius menuntut pemerintah agar melarang siswa Muslim mengenakan jilbab di sekolah-sekolah pemerintah dan melarang penyembelihan hewan yang tak berdosa saat lebaran,” katanya.

Kelompok ini juga mengatakan itu menunjukkan bahwa “Kami akan menunjukkan orang-orang di jalur yang benar” ketika datang ke pemilu, diharapkan pada bulan November, orang-orang untuk memilih kandidat yang “Tidak akan membiarkan ras dan agama kita menghilang.”

Kelompok ini mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa mereka akan terus memantau setiap aktivisat Facebook yang memposting berita kekerasam yang terjadi di degeri mereka.

(sahlan ahmad/an-najah)