Bolehkah Memindah Penyaluran Harta Zakat Fitrah?‎

beras_zakat_2

An-Najah.net – Zakat Fitrah merupakan rukun Islam yang ketiga. Setelah melaksanakan puasa ‎Ramadhan sebulan penuh, Islam mewajibkan atas tiap-tiap muslim untuk membayar zakat ‎yaitu bagi siapa saja baik laki-laki maupun perempuan baik besar maupun kecil. ‎

Yang bertujuan untuk membersihkan diri dan menghapus dari dosa-dosa yang telah dilakukan, ‎serta sebagai penyempurna puasa. Adapun penyalurannya adalah kepada delapan mustahik zakat. ‎

Dalam penyeluran zakat fitrah, apakah boleh di salurkan di luar daerah zakat ‎dikeluarkan? Contoh kasus harta zakat fitrah dibagikan kepada orang-orang fakir di negara lain ‎bukan negeri sendiri. Pertanyaanya, apakah kasus tersebut dibenarkan syari’at?‎

Dalam kasus ini Syaikh Abdul Azis bin Baz menjelaskan dalam buku fatwanya. Disunnahkan ‎penyaluran zakat fitrah kepada orang-orang fakir di negara setempat pada pagi hari raya sebelum ‎shalat ied. Dan diperbolehkan juga dibagikan satu atau dua hari sebelumnya, yaitu dimulai sejak ‎hari kedua puluh delapan. ‎

Apabila seseorang melaksanakan safar dua hari atau lebih dan masih mempunyai tanggungan ‎zakat fitrah maka dia membayarkannya di negara islam yang dia tuju. Jika bukan termasuk negara ‎Islam maka ia berusaha mencari orang-orang fakir dari kaum muslimin lalu memberikannya ‎kepada mereka. ‎

Akan tetapi jika safarnya setelah waktu diperbolehkannya membayar zakat fitrah (hari ke-28), ‎maka disyariatkan untuk membagikan zakat tersebut kepada orang-orang fakir di negaranya. ‎Karena pada dasarnya zakat fitrah adalah bertujuan untuk memberi santunan kepada orang-orang ‎fakir dan untuk mencukupi kebutuhan mereka. Sehingga pada hari raya mereka tidak meminta-‎minta kepada manusia. (Abdul Aziz bin Baz, Majmu’ Fatawa, jilid 14, hal. 212-213, versi ‎Syamila)‎

Namun berbeda dengan pendapatnya syaikh Utsaimin yang berkomentar, Seseorang ‎diperbolehkan memindahkan zakatnya dari daerah tempat tinggalnya ke daerah lain jika terdapat ‎kebaikan dalam hal tersebut.‎

Apabila seseorang mempunyai kerabat yang berhak menerima zakat di daerah lain yang bukan ‎daerahnya lalu dia mengirimkan zakat itu kepada mereka maka hal tersebut tidak mengapa.‎

Tidak mengapa juga apabila seseorang memindahkan harta zakat di karenakan taraf kehidupan ‎masyarakat di daerahnya sudah tinggi, sedangkan di daerah lain masih banyak yang miskin. ‎

Namun, beliau Syaikh Utsaimin memberi cacatan, apabila tiada kebaikan yang didapatkan ‎dengan memindahkan zakat dari satu daerah ke daerah lainnya maka jangan dipindahkan. ‎‎(Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Majmu’ Fatawa Wa Rosail, tahun cet. 1413, jilid, 18, hal. ‎‎313) Wallahu ‘lam

Penulis: Ibnu Jihad

Editor: Ibnu Alatas