Buah Dosa Dikeesokan Hari

cobaan akibat buah dosa
cobaan akibat buah dosa

Ibnu al-Jauzi berkata, “Muncul dalam benak saya suatu bayangan tentang berbagai kesulitan berat yang menimpa banyak orang alim. Cobaan begitu dahsyat. Begitu memuncak kesulitannya. Mahasuci Allah Ta’ala! Sesungguhnya Allah-lah Dzat yang Mahadermawan. Yang selalu memberi maaf dan berlapang dada.”

Baca juga: Menikmati Jalan Kebenaran

Mengapa muncul cobaan-cobaan yang demikian?

Saya mempertajam daya pikir. Barulah tahu bahwa ada sebagai manusia yang keberadaanya seperti ketiadaannya. Ia tidak mampu menangkap isyarat-isyarat keesaan-Nya, berbagai perintah dan larangan-Nya. Lebih ironis, mereka terseret-seret sifat-sifat kehewanannya.

Mereka terus berburu harta tanpa pernah lelah dan tiada henti. Saat dinar telah didapatkan, mereka tak lagi peduli haram atau halal. Shalat dilakukan sekehendaknya.  jika sempat, ditunaikan kalau berbenturan dengan kepentingan dunia, mereka tinggalkan begitu saja.

Baca juga: Jangan Bangga Melakukan Dosa!

Bahkan, ada yang dengan terang-terangan bangga melakukan dosa-dosa besar. Padahal mereka tahu bahwa itu sangat dilarang. Dosanya semakin menumpuk. Jika cobaan datang untuk membersihkan dosa, barulah berteriak-teriak meminta tolong,  “Apakah gerangan dosa-dosaku?”  la lupa apa yang dilakukannya telah membuatnya bumi berguncang.

Barangkali ada orangtua yang tidak lagi dihormati di masa tuanya. Ia pun begitu resah. Ia tak tahu, bahwa hal itu akibat dosa-dosanya di masa muda. Jika anda melihat suatu siksaan menimpa, ketahuilah bahwa itu diakibatkan dosa-dosa. Wallahu Ta’ala ‘Alam

Sumber : Ibnu al-Jauzi, Shaidul Khatir, Maghfirah Pustaka: cet. VI, hal. 6

Editor   : Ibnu Alatas