Kultum : Buah Istighfar Bagi Kehidupan Seorang Muslim

Istighfar, jalan menuju taubat
Istighfar, jalan menuju taubat

An-Najah.net – Tabiat manusia adalah tidak ma’sum (suci) dari kesalahan dan berbuat dosa, kecuali Rasulullah Saw. Disamping itu musuhnya pun sangat banyak. Salah satunya adalah hawa nafsu yang tinggal didalam diri manusia, yang senantiasa menghiasi kejahatan sehingga terlihat baik dan menyuruh untuk melakukannya. Di antara musuh yang lain adalah syetan baik dari golongan manusia dan golongan jin. Yang selalu menggiring manusia menuju sumber-sumber kebinasaan dan selalu menghalangi dari jalan menuju Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda :

كُلُّ بَنِي آدَمُ خَطَاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

Artinya : ‘Setiap anak turun adam mempunyai kesalahan dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan ialah orang yang bertaubat’ (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan Ad-Darimi).

Akan tetapi ada sebuah masalah yang harus kita perhatikan yaitu keyakinan bahwa Istighfar hanya dengan lisan. Hanya cukup mengucapkan “ASTAGHFIRULLAH” (Aku memohon ampun kepada Allah) saja, namun tidak ada pengaruh didalam hatinya dan amalan kesehariannya.

Fudhail bin Iyadh berkata : “Beristighfar tanpa meninggalkan perbuatan dosa adalah tobatnya para pendusta”.

Ada seorang yang sholeh mengatakan bahwasanya orang yang beristighfar namun tidak meninggalkan kemaksiatan maka istighfarnya itu perlu di Istighfari, mengapa? Karena pada hakekatnya istighfarnya tersebut memasukkan ia kedalam golongan para pendusta yang beristighfar hanya dilesan saja sementara tetap melakukan kemaksiatan.

Hasan Al-Basri berkata : “Perbanyaklah beristighfar di rumah-rumah kalian, di meja-meja kalian, dijalan-jalan kalian, dipasar-pasar kalian, dan dimajlis-majlis kalian! Sebab, kalian tidak tahu kapan ampunan Allah akan turun”.

Istighfar mempunyai buah yang banyak dan manfaat yang melimpah baik di dunia dan diakhirat.

Jama’ah Shalat Isya’ dan Tarawih Arsadakumullah

Adapun di antara buah istiqfah di dunia dan di akhirat adalah:

  1. Istighfar termasuk faktor pendatang rezeki

Istighfar termasuk salah satu dari sekian sebab terpenting dan terbesar datannya rezeki. Allah SWT berfirman yang mengisahkan Nabi Nuh :

Artinya : ‘Maka Aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun. Niscaya dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai’ (Nuh [71]: 10-12)

Pada ayat di atas Allah telah menetapkan manfaat Istighfar diantaranya:

  1. Turunnya hujan yang lebat

Ibnu Abbas berkata “Midrara maksuknya adalah sebagian diikuti sebagian yang lain (hujan yang deras)

  1. Allah akan membanyakkan harta dan keturunan.
  2. Kebun-kebun yang indah
  3. Sungai-sungai yang mengalir

Al-Qurtubi berkata : “Dalam ayat ini terdapat suatu dalil bahwa istighfar dapat digunakan untuk meminta rezeki dan hujan”.

Amirul mu’minin Umar bin Khattab meminta hujan bersama-sama sahabat, ia hanya mengucapkan istighfar karena berdasarkan ayat-ayat di atas.

Jama’ah Shalat Isya’ dan Tarawih Arsadakumullah

  1. Istighfar dapat mencegah hukuman dan adzab

Istighfar sebagai sebab diangkatnya adzab dan hukuman sebelum keduanya terjadi. Sebagaimana firman Allah Swt :

Artinya :  ‘Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun’ (Al-Anfal [8]: 33)

 

Abu Musa Al-Asy’ari berkata : “Kami mempunyai dua pengaman dari adzab. Yang pertama telah tiada yaitu Rasulullah SAWw di tengah-tengah kita. Dan tinggallah yang kedua yaitu Istighfar bersama kita. Maka jika ia ikut lenyap, kita pasti binasa”.

 

  1. Istighfar dapat menghilangkah kesusahan dan kesempitan

Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ أَكْثَرَ ألإِسْتِغْفَارُ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضَيْقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ

Artinya : “Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan menjadikannya kemudahan dari setiap kesusahan, dan jalan keluar dari setiap kesempitan. Serta dia juga akan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak sangka-sangka”. (HR. Ahmad, Ibnu Majah).

 

Jama’ah Shalat Isya’ dan Tarawih Arsadakumullah

  1. Istighfar penyebab dihapusnya dosa-dosa dan kesalahan

Qotadah ra berkata : “Sesungguhnya Al-Qur’an itu telah menunjukkan kepada kalian akan penyakit-penyakit dan obatnya. Adapun penyakit kalian adalah dosa-dosa, sedangkan obatnya adalah istighfar.

Jadi Istighfar sebagai sebab diampuninya dosa-dosa serta berbagai kesalahan. Allah berfirman :

Artinya : ‘Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, Kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’ (An-Nisa’ [4] : 110)

 

  1. Istighfar penyebab diangkatnya derajat setelah kematian

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda :

إِنَّ اللهَ لَيَرْفَعُ دَرَجَةَ الْعَبْدِ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُوْلُ يَا رَبِّ آنَّى لِى هَذِهِ فَيَقُوْلُ بِالسْتِغْفَارِ وَلَدَكَ لَكَ (رَوَاهُ اَحْمَدُ)

Artinya : “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seorang hamba didalam surga, lalu hamba itu bertanya “Wahai rabbku dari mana (asal aku mendapat derajat) Allah pu menjawab : “Disebabkan permintaan ampunan anakmu untukmu” (HR. Ahmad dengan sanad hasan).

Jama’ah Shalat Isya’ dan Tarawih Arsadakumullah

Setelah kita mengetahui hakikat dan buahnya istighfar marilah kita adakan perubahan dalam diri kita, Kalau kita telah menjalankan ketaatan, hendaknya kita senantiasa menjada untuk beristiqamah didalamnya, kalau kita bergelimang dalam lumpur dosa bersegera beristighfar kemudian kita tinggalkan kemaksiatan itu karena takut akan siksa dan adzab Allah SWT.

Penulis : Abu Mazaya

Editor : Anwar