Buah Kejujuran             

buah kejujuran
buah kejujuran

An-Najah.net – Jujur dan amanah kunci kesuksesan dalan bertindak. Dikisahkan di sebuah negeri  di Baghdad ada seorang pemilik kebun yang sangat luas. Suatu hari pemilik kebun kedatangan tamu istimewa, maka dipanggilah situkang penjaga kebun itu, “…Wahai Mubarok, ambilkan buah anggur yang sudah masak bawa kehadapanku sekarang… “, ujar majikannya.

Singkatnya di bawalah buah anggur itu kehadapan majikannya, akan tetapi betapa terkejutnya buah anggur yang di bawa mubaraok asam atau belum masak semua. Maka dengan serta merta  majikannya itu menjadi heran, bingung bercampur marah seraya berkata, “Wahai mubarok kamu ini bagaimana, bertahun tahun bekerja di kebunku ternyata tidak bisa membedakan mana buah anggur yang masak dan tidak!

Baca juga: Khutbah Jumat; Kejujuran Menghantarkan Ke Jannah

Dengan santun Mubarok berkata “Bukankah Tuan memekerjakan saya hanya menjaga kebun dan bukan untuk mencicipinya?, mendengar jawaban dari mubarok, maka majikannya itu sangat heran dan terkejut, terkehut akan kejujuran dan amanah dari seorang mubarok.

Pada akhirnya taqdir Allah Ta’ala menghantarkan pada keberkahan dan rezqi  disebabkan oleh ketaqwaan yang dimiliki oleh mubarok, dengan mendapatkan rezqi  istri dari anak majikannya beserta kebun anggurnya.

Itulah buah dari kejujuran dan amanah jika seseorang yang bertaqwa kepada Allah Ta’ala. Dengan kehendak Allah Ta’ala lahirlah dari rahim istri Mubarok generai  ulama besar yang bermanfat bagi ummat, dialah Muhammad bin Mubarok.

Muhammad bin Mubarok adalah ulama yang ahli hadits, fikih dan menguasai tata bahasa arab termasuk ilmu balaghoh. Beliau juga terkenal dengan ulama yang dermawan menghabiskan hartanya dijalan Allah Taala. Abdullah bin Mubarak menghabiskan umurnya di medan ilmu dan jihad.

Mudah-mudahan dari kisah ini kita bisa ambil ibroh/pelajaran yang berharga dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Ta’ala, jujur dan amanah. Waullahu Ta’ala a’lam

Penulis: Abu Daruquthni

Editor : Ibnu Alatas