Catatan Abdillah Onim: Derita Gaza, Derita Indonesia

IMG_6629
Seorang anak Palestina sedang mendapat perawatan intensif setelah terkena serangan Israel (Foto: Abdillah Onim)

(An-najah) – Sejak tahun 2009, Abdillah Onim berada di Jalur Gaza, bisa dikatakan menjadi saksi hidup atas kekejaman yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap warga Jalur Gaza, bahkan penulis melihat langsung korban berlumuran darah, korban tak bernyawa, anak tak berdosa kehilangan anggota tubuh, anak kehilangan kedua orang tua, istri kehilangan suami, orang tua kehilangan anak yang tak berdosa, serta penulis sendiri merasakan sakit dan menderita serta jahatnya peperangan yang dilakukan oleh zionis Israel. 

Sebagai orang asing yang berada di wilayah konflik, di awal-awal perang pasti akan merasakan panik dan takut, selanjutnya dengan sendirinya akan terbiasa dengan getaran, suara dentuman bom serta suara roket dan suara pesawat jet tempur serta pesawat tanpa awak milik israel. Seorang relawan harus berani menerima resiko seperti ini jika berada di wilayah konflik seperti Jalur Gaza, tentunya harus memiliki bekal keiklasan, kesabaran dan ekstra tawakal serta dukungan keluarga sangat penting.

Bagi Onim, apa yang terjadi di Jalur Gaza diakhir tahun 2012 yang berlangsung selama 8 hari, sepertinya bukan peperangan yang terakhir, peperangan antara kedua negara yang sangat dahsyat yaitu antara tentara Israel dengan pejuang Palestina khususnya yang ada di Jalur Gaza.

Tercatat lebih dari 1700 roket yang dilontar oleh pejuang Palestina di Jalur Gaza menuju jantung ibu kota Israel, Tel Aviv. Roket balasan pun dilontarkan oleh Israel ke wiayah Jalur Gaza. Perangnya berlangsung sangat singkat hanya 8 hari, karena muncul ketakutan yang sangat dari pihak israel akhirnya Israel meminta kepada pejuang Palestina di Jalur Gaza untuk gencatan senjata.

IMG_6643
Seorang bapak tampak menggendong jenazah anaknya. (Foto: Abdillah Onim)

Dua hari setelah gencatan senjata, Onim merasa ada kelainan dengan kedua kupingnya, kedua pendengarannya kurang jelas mendengar sesuatu dan seakan ada suara bising. Ia  yakin itu karena pengaruh dari suara dentuman bom. “Suara tembakan dan suara pesawat jet tempur yang pada saat terjadi perang suara tersebut seakan merobek lapisan telinga,” tegas pemuda asal Galela Halmahera Utara Maluku Utara ini. Ia saat ini telah direkrut oleh sebuah perusahaan biro TV Indonesia di Palestina yang insya Allah sebentar lagi akan disiarkan dan akan memasok berita terkini tentang Palestina, masjid Alaqsa dan khususnya wilayah Jalur Gaza.

Pulang ke Indonesia

Alhamdulillah, seminggu setelah perang 8 hari berakhir atas izin dan karunia dari Allah Swt, Onim mengajak anak dan istrinya berziarah ke Indonesia dengan niat utama adalah bertemu Ibu tercinta onim dan sanak keluarga yang ada di kampung. Kedatangannya ke Indonesia juga dinantikan sebagian besar orang yang untuk kegiatan dakwah selama berada di Indonesia,

Kedatangan Onim ke kampung halamannya disambut dengan meriah oleh warga Galela, Maluku Utara. (Foto: Abdillah Onim)
Kedatangan Onim ke kampung halamannya disambut dengan meriah oleh warga Galela, Maluku Utara. (Foto: Abdillah Onim)

Istri Onim adalah seorang muslimah Hafidzah asli Jalur Gaza yang bernama Rajaa Yusuf Ali Onim dengan membawa buah hati putrinya berusia 1 tahun yang diberi nama Marwiyah ‘Filindo’ Onim, Filindo diambil dari dua nama negara yang sangat erat kaitannya bahkan hubungan darah yaitu Filistin dan Indonesia, anak istri Abdillah Onim berkewarganegaraan Palestina sedangkan Abdillah Onim masih mempertahankan sebagai WNI.

 

Tepatnya bulan Desember tahun 2012, Onim bersama keluarganya tiba di Jakarta Indonesia kemudian melanjutkan perjalanan ke kampong halaman Onim, selama berada di kampong Onim menghabiskan waktunya untuk berdakwah keliling kampung dari masjid ke masjid di temani oleh istri dan putrinya warga Palestina tersebut, setelah kurang lebih 1 bulan berada di kampung, Onim kembali Jakarta dan melanjutkan perjalanan dakwahnya ke Malaysia, ke Purwokerto, Pekan Baru, Lampung dan beberapa kota lainnya di Indonesia terutama di Jakarta berbagai beberapa LSM yang peduli Palestina, mereka mengundang Onim dan istrinya bersama putrinya untuk mengisi acara di masjid-masjid dan sekolah-sekolah, perusahaan, badan amil zakat.

Setiap kali Onim atau istri Onim diundang mengisi acara di masjid-masjid baik di Indonesia maupun di beberapa kota di Indonesia, setiap kali diakhir acara para jamaah atau panitia acara menyerahkan dana murni amanahnya untuk anak yatim, fakir miskin atau janda syuhada di Jalur Gaza Palestina. Onim dan keluarganya berada di Indonesia selama 6 bulan dan biaya hidup selama di Indonesia murni dari dana pribadi Onim karena memang sejak 2 tahun lalu Onim dan istri sudah mulai menabung dengan niat berziarah dan berdakwah ke Indonesia, selama berada di Indonesia Onim membuka jaringan silaturahim seluas-luasnya tanpa memandang legalitas atau lambing atau LSM dan Onim bersama istrinya menghadiri undangan dari LSM-LSM adalah tanggung jawab Onim untuk menceritakan kondisi rakyat Palestina di Jalur Gaza dan menghadiri undangan karena panggilan dakwah lillahi ta’ala.

Lahan utk bangun rumah dan markaz tahfidzul qur'an di Palestina (Foto: Abdillah Onim)
Lahan untuk bangun rumah dan markaz tahfidzul qur’an di Palestina (Foto: Abdillah Onim)

Setelah selesai berziarah dan berdakwah baik di Indonesia dan di Malaysia, pada tanggal 1 Mei 2013, Onim bersama istri dan putrinya kembali ke Jalur Gaza dengan jalur resmi yaitu melewati pintu perbatasan Rafah, kembali ke Jalur Gaza hidup berbaur dengan warga Jalur Gaza tanpa membawa bendera organisasi maupun LSM apapun. Ia berniat akan membuka peluang seluas-luas bagi seluruh LSM yang membutuhkan tenaganya dengan penuh keiklasan. Abdillah Onim berniat menetap dan membangun rumah  di atas lahan pemberian bapak mertuanya yang  juga akan dibuat sebagai markaz tahfidzul Qur’an untuk menampung anak menghafal Qur’an sebagai salah satu aktifitas istrinya. Design rumah plus markas tahfidz Qur’an di atas lahan tersebut sudah dirancang sedemikian rupa, namun dana pembangunannya belum cukup karena membutuhkan dana Rp.400.000.000,-  Mohon doa dan dukungannya semoga niat baiknya dapat tercapai atas izin dan karunia dari Allah Swt. Amin..

 

Abdillah Onim
Relawan Indonesia untuk Palestina yg menetap di Jalur Gaza
info BB: 25C63245
Email: [email protected] / [email protected]
Layanan skype : tvone_gaza (layanan skype untuk tabligh akbar, presentasi, pengajian majlis ta’lim untuk update info live dari Jalur Gaza-Palestina)