Kemerdekaan Yang Semu

Merdeka, Semu

An-Najah.net – Tauhid, merupakan kemerdekaan yang hakiki. Kemerdekaan yang disuarakan ‎manusia itu baru sebatas kemerdekaan dalam konteks antar bangsa. Mengapa demikian? Karena ‎Bangsa Indonesia tidak sudi tunduk kepada bangsa Belanda. Bangsa Korea tidak mau tunduk ‎kepada bangsa Jepang. Demikianlah, fakta yang terjadi. ‎ Bila direnungkan dengan seksama, kemerdekaan ini masih semu, belum hakiki. Sebab penjajahan … Baca Selengkapnya Kemerdekaan Yang Semu

Manis Pahit di Bulan Agustus

Bulan Agustus

An-Najah.net – Agustus adalah bulan kenangan manis sekaligus pahit bagi umat Islam di Indonesia. Tanggal 17 bulan itu tahun 1945, Indonesia diproklamasikan kemerdekaannya. Lalu muncullah tata sosial dan hukum baru hasil kompromi para bapak pendiri bangsa. Indonesia bukan negara Islam, tetapi syariat Islam menjadi hal yang wajib ditegakkan negara meski hanya atas umat Islam. Itulah … Baca Selengkapnya Manis Pahit di Bulan Agustus

Mu’awiyah Menangis Karena Kesosokan Ali

Akhlak

An-Najah.net – Sosok Ali bin Abi Thalib ra. Dikisahkan, setelah Ali ra wafat, Mu’awiyah bin Abi ‎Suryan berkata kepada Dirar bin Dhammah, “Wahai Dhirar, gambarkan sosok Ali kepadaku”, ‎Dirar menjawab, “Apakah kau akan membunuhku, karena menjawab pertanyaanmu?”‎ ‎“Tidak, gambarkanlah ! desak Mu’awiyah.‎ ‎“Bunuh aku”, kata Dirar. “Tidak mau”, jawab Mu’awiyah ‎“Baiklah, saya akan menceritakannya”, kata … Baca Selengkapnya Mu’awiyah Menangis Karena Kesosokan Ali

Ramadhan, Jum’atan dan Soekarno

Ramadhan Karim

An-Najah.net – Mengapa Indonesia seolah tak bisa bebas dari aneka kemaksiatan? Padahal Ramadhan begitu semarak dengan ibadah Penduduknya. Shalat Jum’at pun masjid-masjid selalu penuh bahkan luber dengan jama’ah. Kalau Anda menyangka saya akan berteori tentang tidak tegaknya syariat Islam di negeri ini sebagai penyebab, Anda keliru. Saya hanya ingin berkisah tentang puasa Ramadhan dan Jumatan … Baca Selengkapnya Ramadhan, Jum’atan dan Soekarno

Antara Budak dan Anjing

Perbudakan

An-Najah.net – Budak adalah manusia yang tak memiliki jiwa dan raganya sendiri. Kemerdekaannya dimiliki orang lain, sehingga tak bebas melakukan apapun. Tak hanya berbuat, omongan dan pikirannya pun harus menyesuaikan dengan tuannya. Inilah sebabnya Umayyah bin Khallaf murka ketika Bilal, budak hitam kepunyaannya, berselisih keyakinan dengan dirinya. Di masa silam, nasib budak memang menyedihkan. la … Baca Selengkapnya Antara Budak dan Anjing

Pelajaran dari Kisah Kancil dan Buaya

Tinta Sidik Jari

An-Najah.net – Masih ingat dongeng kancil mengakali buaya? Meski kecil dan lemah, kancil bisa menipu buaya yang menjadi penguasa di sungai dan muara. Alkisah suatu hari kancil hendak menyeberangi sungai yang sangat lebar. Tak ada tempat dangkal ataupun jembatan untuk menyeberan . Namun ia melihat sekumpu an buaya sedang berenang. Bukannya takut pada buaya, dalam … Baca Selengkapnya Pelajaran dari Kisah Kancil dan Buaya

Jiwa Merdeka

Jiwa Merdeka

An-Najah.net – Seorang penjelajah asal Portugis, Tome Pirres, mengisahkan perjalanannya ke Nusantara masa prakolonial. Salah satu kisah yang ditulisnya dalam buku berjudul Summa Oriental itu adalah pandangannya tentang orang Jawa yang ia jumpai di Malaka. Menurut Pirres, orang Jawa itu penuh percaya diri, cakap berdebat dan selalu siap mencabut keris jika terlibat konflik fisik. Mereka … Baca Selengkapnya Jiwa Merdeka