Chad Larang Pemakaian Cadar Dan Memerintahkannya Untuk Dibakar

p18veils

N’Djamena (an-najah.net) – Pemerintah Chad, Kalzeubet Pahimi Deubet mengumumkan pelarangan pemakaian burqa (cadar, atau niqab) bagi perempuan di semua bagian negara, Kamis (18/6). Sebuah keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Perdana Menteri mengatakan dalam pidato yang ditujukan kepada bangsanya pada malam awal bulan Ramadhan, ” Pada hari ini, orang yang mengenakan burqa harus segera berhenti, tidak hanya di tempat-tempat umum dan sekolah, tetapi di seluruh bagian negara.”

Dia menambahkan bahwa mengenakan burqa atau jubah lainnya yang hanya menampakkan mata adalah bentuk kamuflase yang terlarang.”

Dia meminta para pemimpin agama untuk menyampaikan himbauan ini dalam “khotbah” di tempat ibadah dan masjid.
Perdana Menteri juga mengeluarkan perintah pada layanan keamanan untuk memasuki pasar dan mengumpulkan semua kerudung yang dijual dan dibakar.”

Dia memperingatkan bahwa “Semua orang yang menolak untuk mematuhi atau tetap melanggar himbauan dengan mengenakan burqa akan ditangkap, diadili dan dihukum.”

Keputusan itu muncul setelah sel membentuk pertemuan krisis Selasa (16/6) dengan kembalinya Presiden Idriss Deby dari Afrika Selatan di mana ia berpartisipasi dalam pertemuan puncak Uni Afrika, menurut Perdana Menteri.

(Sahlan Ahmad/an-najah)