China Tahan 181 Muslim Uighur

586010

Beijing (an-najah.net) – Polisi Negara Komunis Cina dilaporkan telah menahan 181 Muslim Uighur dengan tuduhan melakuakn kejahatan terorganisir, Selasa (26/5). Cina telah menerapkan kebijakan represif yang berlebih terhadap bangsa Muslim Uighur.

Dilaporkan bahwa sejumlah polisi menggeledah pemukiman Muslim Uighur dan menangkap 181 warganya.
Dalam beberapa tahun terakhir sebagian besar warga Uighur Muslim di Turkistan Timur telah menjadi sasaran penggeledahan dan penangkapan pasukan keamanan Cina. polisi telah menangkap ratusan Muslim Uighur di China dengan melakukan serangkaian operasi.

Aktivis Turkestan Timur dan pengungsi di luar negeri telah melaporkan bahwa polisi China telah menerapkan kebijakan represif yang berlebihan dari polisi China terhadap Muslim Uighur. Pemerintah China menuduh Uighur Muslim berusaha untuk membangun kembali negara merdeka Turkestan Timur.

Pemerintah China juga menerapkan kebijakan Srtike Hard yaitu memperketat pengendalian terhadap kegiatan agama, membatasi pergerakan orang, dan menahan orang yang dicurigai mendukung gerakan separatis, pada tahun 1996. Terutama terhadap Muslim Uighur.

Menurut sensus pada 1990, jumlah penduduk Muslim di Republik Rakyat Cina mencapai angka 17,6 juta; 8,6 juta di antaranya merupakan orang Hui, 7,2 juta orang Uighur, 1,1 juta orang Kazakh, 375.000 orang Kirgiz, 33.500 orang Tajik, dan 14.500 orang Uzbek.

Utusan Islam Arab pertama datang ke Cina di masa Wangsa Tang pada 651 M, sembilan belas tahun setelah Nabi Muhammad wafat dan satu tahun setelah penaklukan Arab atas Persia.

Pada 758, kaisar Cina Tang mengajukan permohonan pada Khalifah Abbasiyyah di Baghdad untuk mengirimkan 20.000 bala tentara untuk membantu memadamkan pemberontakan An Lushan. Para serdadu Arab dan Persia ini menetap di Cina setelahnya, bermukim di wilayah-wilayah barat laut Ningzia dan Gansu. Kemudian, pada 801 bangsa Tibet melibatkan 20.000 tentara bayaran Arab dan Sogdiana untuk membantu mereka dalam perang melawan kerajaan Nanzhao di Yunan, sebelah barat daya Cina.

(Sahlan/an-najah).