China Wajibkan Muslim Uighur Jual Alkohol

xinjiangmuslims_1
Protes Warga Muslim Uighur tentang penjualan alkohol (miras)

Beijing (an-najah.net) – Pemerintah Cina mewajibkan muslim Uighur untuk menjual alkohol di toko-toko mereka. Pemerintah akan menutup toko yang tidak mengindahkan peraturan dan mengambil tindakan hukum bagi pemiliknya. Keputusan ini telah menjadi ketetapan di Negara komunis tersebut, Rabu (6/5).

Partai Komunis telah memberikan perintah bagi umat Islam untuk menjual alkohol dan rokok di toko atau swalayan kota Laksuy, Aktash.

Banyak penduduk setempat –Aktash- dan di beberapa daerah Laskuy yang mempraktekkan Islam telah berhenti dari minum alkohol dan merokok. Menjualan produk-produk ini dianggap tabu dan bertentangan dengan keyakinan mereka.

Pemerintahkan memperingatkan untuk menyediakan setidaknya lima merek yang berbeda. Pihak berwenang memperingatkan bahwa, “Siapa saja yang mengabaikan perintah ini, maka mereka akan melihat toko-tokonya ditutup, bisnis mereka ditangguhkan, dan mereka akan menerima tindakan hukum.”

Adil Sulaiman, sekretaris komite persatuan desa Aktash mengatakan bahwa merokok sebagai bentuk pebuatanyang berbahaya dalam agama. Al-Quran mengatakan bahwa alkohol dan setiap yang memabukkan atau praktek yang merusak diri sendiri dan berdosa.”

Pemerintah cina telah melancarkan kampanye untuk melemahkan Islam di Xinjiang. Seperti melarangan anak-anak Muslim menghadiri masjid atau melaksanakan puasa Ramadhan, yang dimulai 17 Juni tahun ini, perempuan dilarang memakai kerudung dan cadar serta memanjangkan jenggot bagi laki-laki.
(Ahsan/an-najah).