Cina Larang Muslim Uighur Puasa, 3000 Lainnya Dibantai

copyright_aabadoluajansi_2015_20150701013415

Uighur (an-najah.net) – Kongres Uighur Dunia melaporkan bahwa Beijing melarang Muslim Uighur berpuasa dan mengatakan bahwa, “Perang yang tidak disebutkan namanya oleh Beijing adalah perang terhadap Islam,” Senin (30/6).

Beijing telah melancarkan serangan terhadap kaum Muslimin Uighur. “Sayangnya dunia masih diam,” kata Wakil Presiden Kongres Seyit Tumturk.

Menurut laporan media internasional, rezim China telah melarang anggota Partai Islam, PNS, siswa dan guru Uighur melaksanakan puasa Ramadan di wilayah Otonomi Xinjiang Uyghur.

Tumturk menyatakan Xinjiang adalah satu-satunya wilayah Muslim di dunia di mana orang dilarang untuk melaksanakan puasa Ramadhan.

MINA-UIGHUR-MUSLIM

Seyit Tumturk Wakil Presiden Kongres Uighur Dunia

Tindakan pelarangan dan pengontrolan puasa bukan hal pertama yang dilakukan oleh rezim.
“Ini adalah tahun terakhir yang sama,” tegas Tumturk. “Sekitar 3000 Uighur dibantai pada hari pertama puasa Ramadhan ketika mereka turun ke jalan memprotes larangan.”

Dia menuduh China menantang dunia dengan “pembantaian” dan “tekanan psikologis rakyat Turkistan Timur.”
Banyak orang Turki merujuk Daerah Otonomi Xinjiang – rumah bagi banyak kelompok etnis minoritas, termasuk orang-orang Turki Uighur – sebagai Turkestan Timur.

Mereka percaya bahwa Uighur adalah di antara sejumlah suku Turki yang mendiami wilayah tersebut, dan menganggap mereka sebagai bagian dari Asia Tengah, bukan Cina.

“China telah melaksanakan kebijakan asimilasi sistematis selama 66 tahun, ketika menginvasi Turkistan Timur,” kata Tumturk, menambahkan bahwa Beijing telah menindas Uighur selama beberapa dekade, mencegah mereka benjalankan agama dan budaya mereka, “sementara dunia tinggal diam.”

Dia mengkritik Organisasi Kerjasama Islam yang tidak bertindak terhadap “kekejaman Cina.”

(ahsan sah/an-najah)