Cukuplah Meninggalkan Shalat Disebut Sebagai Orang Jahat

meninggalkan shalat
meninggalkan shalat

An-Najah.net – Rasulullah bersabda, “Batas antara seorang hamba dengan kekafiran adalah meninggalkan Shalat (HR. Muslim: 82)

Masalah kepemimpinan, merupakan sebuah tema yang tidak pernah sepi dari perbincangan khususnya di Indonesia. Islam sebagai satu-satunya ad din yang hak telah memiliki konsep-konsep kepemimpinan yang mulia. Dan masalah kepemimpinan merupakan perkara penting yang sangat diperhatikan oleh Islam.

Baja juga: Urgensi Kepemimpinan dalam Islam

Semakin Jauh Dari Agama

Karenanya, Allah  telah menyebutkan pada banyak ayat di dalam Al-Qur’an yang berkaitan dengan masalah kepemimpinan, bahkan ada satu surat khusus yang diturunkan oleh Allah tentang dasar-dasar dan konsep kepemimpinan yaitu Surat Asy-Syura. Begitu pula Rasulullah Saw, telah menyebutkan banyak hadis yang berkaitan dengan masalah kepemimpinan.

Di antara perkara penting yang sangat diperhatikan oleh Islam berkaitan dengan masalah kepemimpinan adalah perkara shalat. Hari ini banyak kaum muslimin yang jahil terhadap perkara ini. Mereka mengangkat para pemimpin-pemimpin yang banyak harta dan kekayaannya padahal mereka adalah orang-orang yang tidak shalat.

Mirisnya, sebagian kaum muslimin yang diamanah Allah untuk menjadi pemimpin, mereka justru meninggalkan shalat, meremehkan waktunya, dan tidak perhatian terhadapnya. Dan tidak jarang, ada di antara mereka yang menghasung anak-anak, para pemuda dan masyarakat mereka untuk menjauhi masjid, meninggalkan masjid, dan tidak berinteraksi dengan kegiatan-kegiatan masjid yang salah satunya adalah shalat jamaah, entah karena isu terorisme atau fundamentalisme.

Baca juga: Menyapa Kebobrokan Umat Islam Di Era Modern ‎

Sebagai penggantinya mereka membangun pusat-pusat perbelanjaan, pusat-pusat hiburan, pusatpusat olah raga, dan pusat-pusat pertemuan lainnya, untuk menjauhkan kaum muslimin dari masjid-masjid mereka dan mendekatkan mereka kepada kemaksiatan dan kehinaan, wal ‘iyadzu billah.

Bahaya Menyia-yiakan Waktu

Cukuplah, Meninggalkan Shalat Disebut Sebagal Orang Jahat, Bukankah Allah telah menjelaskan orang yang meninggalkan shalat sebagai orang jahat. Allah firman:

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan. Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal shalih. Maka mereka itu akan masuk jannah dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun. ” (QS. Maryam: 59-60)

Dalam ayat ini Allah menjelaskan sifat dan ciri generasi-generasi yang jelek, yaitu mereka menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya.

Baca juga: Ciri Generasi Yang Buruk, Meninggalkan Shalat

Sahabat Ibnu Abbas ketika menafsirkan ayat ini mengatakan, “Makna menyia-nyiakan bukanlah berarti meninggalkan shalat sama sekali, tetapi mengakhirkannya dari waktu yang seharusnya.”

Allah juga berfirman:

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: ‘Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat’.” (QS. AI-Mudatsir : 42-43)

Umar bin Khattab berkata, “Sesungguhnya tidak ada tempat dalam Islam bagi yang menyia-nyiakan shalat.” (HR. Ahmad, dan dinyatakan shahih oleh Syaikh AI-Albani)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah mengingatkan bahwa orang yang menyia-nyiakan shalat akan dikumpulkan kelak pada hari kiamat, bersama Firaun, Qarun, Haman, dan Ubay bin Khalaf. (HR. Ahmad dengan isnad yang shahih). Wal ’iyadzubillah.

Para ulama salaf ketika menjelaskan hadits di atas mengatakan :

Pertama, Jika seseorang menyia-nyiakan shalat karena disibukkan oleh kekuasaannya maka dia akan dikumpulkan bersama Firaun.

Kedua, Jika seseorang menyia-nyiakan shalat karena disibukkan oleh hartanya maka kelak dia akan dikumpulkan bersama Qarun. Jika seseorang menyia-nyiakan Shalat karena disibukkan oleh pangkat dan jabatannya, maka kelak dia akan dikumpulkan bersama Haman (seorang menteri Fir’aun).

Ketiga, jika seseorang menyia-nyiakan shalat karena disibukkan oleh perniagaan perdagangannya, maka kelak dia akan dikumpulkan bersama Ubay bin Khalaf.

Shahabat Ibnu Mas’ud berkata, “Barang siapa tidak mengerjakan shalat maka dia tidak mempunyai agama.” (HR. At-Thabarani dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).

Semoga risalah singkat ini bermanfaat dan menambah wawasan dan keimanan kita kepada Allah , sehingga mendapatkan rahmat dan ridho-Nya, baik di dunia maupun di akhirat. Amin. Wallahu Ta’ala ‘Alam

Sumber            : Majalah An-Najah edisi 46, hal. 38

Penulis             : Azhar

Editor               : Ibnu Alatas