Dakwah Kalimat Tauhid Kunci Kejayaan Umat

Kalimat Tauhid
Kalimat Tauhid

An-Najah.net – Upaya persekusi, menghalang-halangi dakwah tauhid terjadi sejak zaman nabi Muhammad Saw sampai zaman Now. Ini merupakan sebuah sunnatullah yang berjalan dimuka bumi ini. Allah ingin mengetahui mana orang-orang yang shadiq dengan yang kadzib.

As-Saddi menceritakan bahwa sesungguhnya sejumlah orang Quraisy mengadakan suatu pertemuan, yang antara lain dihadiri oleh Abu Jahal ibnu Hisyam, Al-As ibnu Wa’il, Al-Aswad ibnu Muttalib, dan Al-Aswad ibnu Abdu Yagus bersama sejumlah pemuka kabilah Quraisy.

Sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain.”Marilah kita berangkat menuju tempat Abu Talib, kita harus berbicara kepadanya tentang keponakannya itu, mudah-mudahan kita terbebas dari gangguannya dan dia tidak lagi mencaci maki sembahan-sembahan kita, maka kita akan membiarkan dia dan Tuhan yang disembahnya.

Karena sesungguhnya kita khawatir bila Abu Talib ini mati, lalu dia (Nabi Saw.) harus kita tangkap, maka orang-orang Arab akan mencela kita semua. Mereka akan mengatakan bahwa kita membiarkannya. Dan manakala Abu Talib mati meninggalkannya, baru kita berani menangkapnya.

Maka mereka mengutus seorang lelaki dari kalangan mereka yang dikenal dengan nama Al-Muttalib, lalu Al-Muttalib meminta izin masuk kepada Abu Talib untuk mereka, seraya mengatakan, “Mereka adalah para tetua kaummu dan para hartawannya ingin bertemu denganmu.” Abu Talib menjawab, “Persilakanlah mereka masuk.”

Setelah menemui Abu Talib, mereka berkata, “Hai Abu Talib, engkau adalah pemimpin dan penghulu kami, bebaskanlah kami dari ulah keponakanmu itu, perintahkanlah kepadanya agar dia menahan diri dan tidak lagi mencaci maki sembahan-sembahan kami, maka kami akan membiarkan dia bebas bersama Tuhan yang disembahnya.”

Abu Talib memanggil Nabi Saw. Ketika Rasulullah Saw. telah masuk menemuinya, maka Abu Talib berkata, “Hai Keponakanku, mereka adalah tetua kaummu dan orang-orang terhormatnya, mereka telah meminta agar kamu menahan diri dan menghentikan caci makimu terhadap sembahan-sembahan mereka, maka mereka akan membiarkanmu dan sembahanmu.”

Rasulullah Saw menjawab, “Hai Paman, apakah tidak boleh aku menyeru mereka kepada sesuatu yang lebih baik bagi mereka?” Abu Talib bertanya, “Apakah yang engkau serukan kepada mereka (untuk mengikutinya)?”

Rasulullah Saw. menjawab, “Aku ajak mereka untuk mengucapkan suatu kalimah, yang dengan kalimah itu semua orang Arab akan tunduk kepada mereka dan mereka dapat menguasai orang-orang Ajam (non-Arab).”

Baca juga : Tiga Alasan kenapa Kami Membela Kalimat Tauhid

Abu Jahal laknatullah yang ada di antara kaum berkata, Demi ayahmu, katakanlah apakah kalimah itu, sungguh kami akan memberikannya kepadamu dan sepuluh kali lipatnya.”

Rasulullah Saw. bersabda:

تَقُولُونَ: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ”

Kalian ucapkan, “Tidak ada Tuhan melainkan Allah.”

Mereka menolak dan mereka berkata, “Mintalah kepada kami selainnya!” Rasulullah Saw. bersabda:

“لَوْ جِئْتُمُونِي بِالشَّمْسِ حَتَّى تَضَعُوهَا فِي يَدِي مَا سَأَلْتُكُمْ غَيْرَهَا”

Sekiranya kalian dapat mendatangkan matahari kepadaku, lalu kalian letakkan di tanganku, aku tidak akan meminta kepada kalian selain darinya (kalimah tauhid itu)

Maka mereka pergi darinya dalam keadaan marah seraya berkata, “Demi Tuhan, kami benar-benar akan mencaci maki kamu dan Tuhanmu yang telah memerintahkanmu menyampaikan hal ini.”

Ibrah Bagi Ulul Albab

Dari kisah diatas bisa kita ambil pelajaran sebagai seorang yang punya akal. Sudah menjadi sunnatullah orang-orang kafir berusaha untuk menghalang-halangi, menghadang, persekusi terhadap dakwah islam ini. Bahkan, tindakan itu tidak dilakukan secara personal. Akan tetapi, dilakukan secara bersama-sama.

Dari kisah pula kita bisa belajar bagaimana kecerdasan Rasulullah Saw didalam berdiplomasi kepada rival dakwah ini. Beliau menunjukkan tujuan dakwahnya adalah hanya supaya mereka hanya mengucapkan satu kalimat. Dengan satu kalimat ini mereka akan bisa mendapatkan kemuliaan, kejayaan.

Baca juga : Memurnikan Tauhid Memenangkan Islam

Satu kalimat itu adalah kalimat tauhid. Ternyata dari sini Rasulullah Saw menunjukkan kepada kita kunci kemuliaan dan kejayaan itu adalah komitmen kepada kalimat tauhid ini.

Kalimat tauhid ini bukan hanya ucapan lisan semata, akan tetapi mengundung konsekuensi. Hanya beribadah kepada Allah semata, dan meniadakan tuhan-tuhan selain Allah Swt. Mereka juga yang menjadi ahlu tauhid harus memberikan wala dan bara hanya kepada kalimat tauhid ini.

Abu jahal adalah orang arab, dia mengerti bahasa arab. Maka dia meminta agar kalimat tauhid itu diganti dengan kalimat-kalimat yang lainnya. Akan tetapi karena, nabi Muhammad Saw memahami dan mengerti serta buah kalimat tauhid ini. Beliau tidak akan menganti kalimat itu dengan kalimat yang lainnya. Ini menunjukkan komitmen beliau kepada dakwah tauhid ini.

Fakta sejarah telah membuktikan kebenaran apa yang beliau katakan. Ketika Rasulullah Saw dan para sahabat komitmen kepada kalimat tauhid ini. Mereka benar-benar menjadi penguasa jaziratul arab. Bahkan mereka masuk islam secara berbondong-bondong kedalam islam. Inilah buah kesabaran dalam dakwah dan jihad beliau didalam memperjuangkan kalimat tauhid ini.

Penulis : Anwar Ihsanuddin

Editor : Miqdad