Deradikalisasi, Upaya Menjauhkan Kaum Muslimin Dari Islam Seutuhnya

Gerakan Deradikalisasi
Gerakan Deradikalisasi
Gerakan Deradikalisasi

An-Najah.net – Sudah lupakah kita akan sejarah? Atau biasa dikenal dengan “Jas Merah” singkatan dari jangan sekali-kali melukakan sejarah. Sejarah merupakan suatu peristiwa yang terjadi pada masa lalu. Dari sanalah kita bisa belajar untuk bersikap dan bertindak. Baru hanya lima tahun yang lalu, tepatnya tahun 2011 MUI (Majelis Ulama Indonesia) Surakarta mengingatkan akan bahayanya gerakan deradikalisasi.

Banyak pemahaman yang menyimpang dari Gerakan deradikalisasi yang perlu diluruskan. Untuk lebih jelasnya bisa dirujuk kembali ke dalam buku “Kritik evaluasi dan dekontruksi Gerakan Deradikalisasi Aqidah Muslim di Indonesia” yang diterbitkan oleh MUI Surakarta tahun 2011.

Menurut pelaku gerakan deradikalisasi diantara ciri gerakan radikalisme, “Islam adalah agama yang komprehensif yang harus mengatur segala aspek kehidupan: sosial, politik, hukum, ekonomi, dan lain-lain.”

Pemahaman seperti  deradikalisasi mengarah kepada sekulerisasi, pemisahan antara agama dan dunia. Pernyataan ini mendapat kritikan dari MUI Surakarta.

Dalam buku itu sebagai bantahan dari pernyataan dari gerakan deradikalisasi dijelaskan Setiap orang beriman sudah semestinya mengimani kesempurnaan Al Islam. Setiap orang yang memahami Al Islam, tahu dengan pasti dengan ilmunya bahwa Al Islam benar merupakan agama yang komprehensif, mengatur segala aspek kehidupan, baik sosial, politik, hukum, ekonomi, maupun lainnya.

Namun, saat ini gerakan ini belum juga berhenti. Acara demi acara mereka terus lakukan untuk menjauhkan umat ini dari ajaran islam yang sebenarnya. Mereka ingin mengebiri ajaran Islam dari pemahaman yang sebenarnya seperti Al Wala dan Bara, Jama’ah, Bai’at, Jihad, Hijrah, dan Khilafah.

Ini ibarat mereka ingin menjauhkan kapal dari air, sehingga ketika kapal tidak berada diair tidak akan bisa berjalan lagi. Demikian pula ketika umat Islam sudah tidak memahami Islam dengan seutuhnya maka kebangkitan Islam tidak akan bisa teralisasi.

Muhammadiyah Tolak Deradikalisasi

Program deradikaliasi ini memang harus ditolak. Saat ini Muhammadiyah sebagai ormas besar di Indonesia telah memberikan contoh. Muhammadiyah tidak akan ikut dalam program deradikalisasi

.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan, Muhammadiyah tidak akan masuk dalam gerakan deradikalisme. Hal ini dilakukan agar Muhammadiyah tidak terjebak dalam kepentingan proyek.
“Kami tidak akan masuk gerakan deradikalisme karena akan menjebak kepentingan proyek,” ujarnya dalam seminar nasional moderasi antitesis radikalisme dan deradikalisme di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (29/2). Dikutip dari eramuslim.com

Menurutnya, gerakan keagamaan memang seharusnya tidak terjebak dengan hal-hal yang kelihatannya menguntungkan. Namun kata dia, hal itu justru berakibat merugikan bangsa dan negara sendiri. Menurutnya, program deradikalisme yang kemudian dikaitkan dengan program nasional akan juga terkait dengan sumber pendanaan, sponsor dan sebagainya. Jika itu terjadi kata dia, maka program ini akan sulit sekali dihentikan meski teroris tidak ada sekalipun, program itu akan tetap ada.

“Kita tidak ingin dengan program deradikalisme justru tercipta kesan Indonesia isinya terorisme. Bahkan masjid-masjid akan diprogram radikalisme,” katanya.

Makar Musuh, Deradikalisasi


Orang-orang kafir berusaha membuat makar untuk memadamkan cahaya Allah, agama Islam berkembang dimuka bumi ini. Dengan menggunakan perang pemikiran mereka ingin merubah pemahaman umat Islam dari memahami Islam yang seutuhnya.

Pada hakekatnya deradikalisasi merupakan gerakan deislamisasi, sebuah gerakan yang ingin menghancurkan Islam. Sebagai umat Islam ketika mendapatkan sebuah serangan seharusnya mengadakan pembelaan terhadap Islam. Upaya pembelaan ini merupakan bagian dari panggilan keimanan.

Umat ini harus yakin masa depan ada milik Islam. Upaya usaha orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu ibarat seperti orang yang ingin meniup memadamkan Matahari. Tentu segala upaya dan usaha mereka akan sia-sia dan Matahari tetap bersinar.

Orang-orang kafir berbuat makar, akan tetapi Allah Swt sebaik-baik pembuat makar. Senantiasa akan ada sekelompok kaum muslimin ini yang selalu memperjuangkan kebenaran ini. Mereka tidak takut celaan dan makian, sampai kemenangan tiba.

Ditulis : Anwar Ihsanuddin S.Pd (Aktivis dakwah Islam Solo Raya)
Editor : Abu Mayaza